Flash News
No posts found

Hanya Terkesan Embel – Embel, Adiwiyata Dibangkitkan Dari Mati Suri

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mencanangkan program Adiwiyata di SD N I Dadapan Kec. Sedan. (gambar atas) hutan mini di SMA N II Rembang, sebagai perwujudan Adiwiyata.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mencanangkan program Adiwiyata di SD N I Dadapan Kec. Sedan. (gambar atas) hutan mini di SMA N II Rembang, sebagai perwujudan Adiwiyata.

Sedan – Sebagian besar sekolah di Kab. Rembang belum serius mengembangkan program Adiwiyata. Kalaupun sudah mencanangkan, namun terkesan hanya sebagai embel – embel saja.

Adiwiyata adalah program dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup. Diharapkan warga sekolah terlibat langsung, menuju lingkungan sehat.

Seorang yang bergerak di bidang pendampingan manajemen dan program Adiwiyata, Maimun Abdul Hanan, Senin (15 Agustus 2016) menjelaskan dengan adanya kondisi tersebut, Pemkab Rembang diharapkan aktif turun. Sabtu pekan lalu (13/08) kebetulan Bupati Rembang, Abdul Hafidz mencanangkan program Adiwiyata di SD N I Dadapan Kec. Sedan. Ia berharap momentum tersebut bisa kembali membangkitkan sekolah berwawasan lingkungan yang ibaratnya mati suri sejak tahun 2013 lalu. Tiap tahun sudah ada penilaian Adiwiyata, data terbaru tercatat 39 sekolah. Hanya saja sekolah yang mampu menembus ke level nasional di Kab. Rembang sangat jarang. Seingatnya baru SMP N I Lasem dan SMA N II Rembang.

Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Kab. Rembang, Muttaqin mengungkapkan program Adiwiyata juga menerapkan pembelajaran tematik di luar kelas, berada di alam bebas. Tak sekedar teori, tapi praktek langsung. Menurutnya, termasuk terobosan, supaya siswa tidak merasa bosan. Bukan berarti selalu seperti itu. Tapi lebih banyak mengingatkan siswa agar terbiasa hidup bersih, tanpa harus meninggalkan kegiatan belajar mengajar.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz dalam pencanangan Adiwiyata di SD N I Dadapan Kec. Sedan berjanji Pemkab kedepan akan terus memperhatikan fasilitas sekolah, guna menunjang Adiwiyata. Kerusakan bangunan mulai tahun 2017 ditangani secara bertahap. Soal sekolah berwawasan lingkungan, menurutnya mengandung semangat positif. Asalkan warga sekolah konsisten, tidak hanya saat menjelang penilaian saja.

Kepala SD N I Dadapan, Sulistyowati menyampaikan sekolah yang menjalankan program Adiwiyata akan mendapatkan berbagai keuntungan, semisal lingkungan lebih bersih sehingga nyaman bagi proses pendidikan, menghemat pemakaian listrik, menumbuhkan kebersamaan bagi warga sekolah, serta bisa belajar mendaur ulang sampah. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *