Flash News
No posts found

Jalur Antar Kabupaten Terendam Banjir, Penanganan Tak Jelas

Kondisi Jl. Rembang – Blora terendam banjir, Minggu malam. Tampak pengendara sepeda motor memilih melintas di bahu jalan.

Kondisi Jl. Rembang – Blora terendam banjir, Minggu malam. Tampak pengendara sepeda motor memilih melintas di bahu jalan.

Rembang – Banjir besar merendam jalan raya Rembang – Blora, tepatnya di akses jalan depan proyek lokasi rumah sakit Bhina Bhakti Husada, turut tanah desa Turusgede Kec. Rembang Kota, Minggu malam.

Genangan air setinggi lutut orang dewasa, panjangnya sekira 100 an meter, menutupi badan jalan. Kondisi itu akibat hujan deras sejak sore hari. Arus lalu lintaspun terhambat. Kemacetan panjang tak terelakkan. Bahkan sejumlah sepeda motor mogok, lantaran pengendaranya nekat menerjang banjir. Genangan air baru surut Senin dini hari (15 Agustus 2016).

Kepala Desa Turusgede – Rembang, Didik Teguh Santoso mengaku pihaknya sering menerima keluhan masyarakat sekitar maupun pengguna jalan. Tiap hujan deras, jalur tersebut langganan banjir. Mestinya Pemkab Rembang maupun Dinas Bina Marga tanggap. Apalagi jalur Rembang – Blora telah naik status menjadi jalan nasional.
Ia mengamati penyebab banjir, lantaran kiriman air dari arah selatan sangat besar. Sedangkan daerah itu merupakan dataran rendah, diperparah belum adanya saluran air yang memadai.

Didik berpendapat kalau pihak terkait ingin menangani, sebaiknya membuat saluran air di sebelah barat jalan. Kebetulan status tanah di bahu jalan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sekarang tinggal bagaimana Pemkab, Bina Marga dan PT KAI duduk bersama mencari solusi terbaik.

Kepala Bidang Kebersihan Dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kab. Rembang, Muhammad Rokhim, Senin pagi mengaku siap mengecek lokasi dulu. Manakala tersumbat sampah, perlu dibersihkan. Setelah itu, baru akan mengkaji langkah untuk jangka panjang. Jika memungkinkan pembuatan saluran, bisa diusulkan melalui APBD Perubahan tahun 2016 atau APBD induk 2017.

Lalu bagaimana tanggapan Bina Marga ? Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rembang – Batas Jawa Timur Bina Marga Jawa Tengah, Suratno menjelaskan ruang jalan Rembang – Blora total lebarnya 18 meter. Masih memungkinkan untuk membuat saluran air. Tapi harus dipastikan dulu kemana akhir pembuangan air, lantaran daerah itu posisinya rendah. Pihaknya masih mencermati sekitar lokasi.

Suratno menambahkan soal siapa yang bertanggung jawab membuat saluran air, menurutnya baik Bina Marga maupun Pemkab Rembang, sama – sama bisa. Terkadang Pemkab ingin menyeragamkan dengan trotoar, guna mempercantik kota, tentu dipersilahkan. Namun jika tanah ternyata berbenturan dengan lahan PT KAI, ia agak pesimis, lantaran prosedurnya rumit. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *