Flash News
No posts found

Pelayanan Pasien Beralih Ke Balai Desa, Rekanan Diwanti – Wanti

Pembongkaran bangunan Puskesmas Sarang I. Pelayanan dialihkan sementara ke balai desa Sendangmulyo.

Pembongkaran bangunan Puskesmas Sarang I. Pelayanan dialihkan sementara ke balai desa Sendangmulyo.

Rembang – Pelayanan di dua Puskesmas terpaksa dialihkan ke tempat darurat, menyusul bangunan utama Puskesmas dibongkar total.

Kedua Puskesmas itu yakni Puskesmas Sarang I dan Puskesmas Rembang II di Perempatan Embongan Mondoteko. Masing – masing mendapatkan alokasi dana renovasi Rp 3,7 M dan Rp 3,5 M.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofi’i, Selasa siang (16 Agustus 2016) menjelaskan untuk Puskesmas Sarang I, sebagian memanfaatkan sisa ruang yang tidak dibongkar dan kebetulan mendapatkan pinjaman Balai Desa Sendangmulyo Kec. Sarang. Sedangkan Puskesmas Rembang II, pelayanan digeser ke arah selatan, menggunakan beberapa ruangan seadanya. Ia menghimbau masyarakat memahami, karena pembongkaran tersebut untuk kebaikan pada masa mendatang. Kapasitas Puskesmas akan ditingkatkan menjadi rawat inap, apalagi Puskesmas sudah beralih status menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), tentu dituntut lebih baik.

Ali menambahkan pihaknya sudah bertemu dengan pelaksana proyek, mereka menyampaikan penggarapan membutuhkan waktu antara 3 – 4 bulan kedepan. Ia berharap proyek selesai tepat waktu. Apabila molor lebih lama, khawatir mengganggu pelayanan.

Didik Suryono, salah satu warga mengaku beberapa kali berobat ke Puskesmas Rembang II. Sering dirinya menjumpai antrean pasien sesak. Bahkan sampai harus berdiri, gara – gara ruang tunggu kurang memadai. Maka setelah pembongkaran, Didik sangat mendukung. Tapi ia mengingatkan, pengerjaan harus memperhatikan rencana gambar. Sempat tersiar kabar renovasi Puskesmas Sale bermasalah akibat bentuk bangunan menyalahi spesifikasi, menurutnya kasus serupa jangan sampai terulang lagi.

Selain itu, pihak Puskesmas juga mesti menyiapkan penambahan sumber daya manusia. Percuma saja bangunan ditingkatkan, namun tidak didukung perbaikan pelayanan akibat kekurangan tenaga. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *