Flash News
No posts found

4 Pekerja PLTU Jadi Korban, Liputan Diwarnai Perampasan HP Wartawan

Suasana ketika aparat kepolisian mendatangi TKP di area PLTU Sluke, Kamis malam.

Suasana ketika aparat kepolisian mendatangi TKP di area PLTU Sluke, Kamis malam.

Rembang – Perampasan HP wartawan terjadi ketika proses peliputan korban kecelakaan kerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke yang menjalani perawatan di Rumah Sakit dr. R Soetrasno Rembang, Kamis sore (18/08).

Sebelumnya, menurut sumber informasi terpercaya menyebutkan ada 4 orang pekerja PLTU beraktivitas di area turbin lantai III. Diduga tiba – tiba pipa steam pecah dan mengeluarkan semburan uap panas. Hal itu mengakibatkan luka bakar melepuh pada tubuh korban. Mereka kali pertama dibawa ke Puskesmas Sluke, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Arafah. Lantaran kondisinya masih memburuk, korban selanjutnya dipindahkan menuju ruang ICU rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang. Keempat korban adalah Agus Suryono, Misbahar, Suwardi dan Andik Purwanto. Khusus Andik berasal dari desa Babadan Kec. Kaliori.

Tak berselang lama, ratusan pekerja dan warga memenuhi halaman rumah sakit. Tiap kali muncul wartawan, dihardik pekerja PLTU untuk segera menyingkir. Waktu itu kebetulan datang wartawan Radio Pop, Radio CB FM dan wartawan Radar Kudus Jawa Pos. Bahkan sejumlah anggota intel juga sempat dilarang masuk.

Saat wartawan mencoba mengambil gambar melalui kamera telefon selular, oknum pekerja PLTU berdatangan menggeruduk, sambil membentak – bentak. Suasana berubah semakin tegang, manakala wartawan Radar Kudus Jawa Pos, Wisnu Aji ditarik dari teras menuju halaman rumah sakit.

Wisnu Aji mengaku hanya berusaha menengahi ketika pekerja dan beberapa wartawan terlibat adu mulut. Ia justru ditarik, kemudian HP miliknya dirampas. Sedangkan file – file foto di dalamnya, dihapus. HP baru dikembalikan, setelah dimediasi oleh Kapolres Rembang, AKBP Sugiarto yang turun langsung ke rumah sakit. Wisnu menyatakan wartawan sebatas menjalankan tugas, tapi menurutnya tindakan oknum pegawai PLTU terlalu berlebihan. Organisasi wartawan PWI Rembang berencana melaporkan aksi penghalangan liputan dan perampasan HP kepada pihak kepolisian.

Kamis malam, keempat korban luka bakar akhirnya dirujuk ke rumah sakit di berbagai daerah. Kejadian itu ditindaklanjuti dengan olah TKP aparat Polres Rembang didampingi Polsek Sluke. Kapolres Rembang, AKBP Sugiarto menyatakan pihaknya akan mendalami penyebab dari peristiwa itu.

Pihak manajemen PLTU belum memberikan tanggapan resmi. Pegawai yang berada di rumah sakit menolak memberikan penjelasan. Hanya saja ada perwakilan pegawai PLTU Jum’at pagi (19 Agustus 2016) menelfon wartawan Radar Kudus, Wisnu Aji menyampaikan permohonan maaf secara pribadi atas insiden di Rumah Sakit dr. R Soetrasno. (MJ – 81).

3 Komentar

  1. BERTRAND

    maju trs wartawan,,

  2. severuss

    Tidak memberikan informasi kepada wartawan itu juga hak warga negara.

  3. BERTRAND

    Tp kan tidak hrs disertai dgn pengancaman dan perampasan mas broo,,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *