Flash News
No posts found

Insiden Wartawan vs PLTU Dilaporkan Polisi, Ancaman Pasal Menanti

Salah satu korban kecelakaan kerja di PLTU Sluke. (gambar atas) Wartawan, Jum’at pagi melapor ke Polres Rembang, terkait insiden di rumah sakit.

Salah satu korban kecelakaan kerja di PLTU Sluke. (gambar atas) Wartawan, Jum’at pagi melapor ke Polres Rembang, terkait insiden di rumah sakit.

Rembang – Kasus penghalangan dan perampasan HP milik wartawan, diduga oleh oknum pekerja PLTU Sluke berbuntut panjang.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab. Rembang, Jum’at pagi (19 Agustus 2016) secara resmi mengadukan peristiwa tersebut kepada Polres Rembang. Sekira 15 orang wartawan dari media cetak maupun elektronik datang ke Mapolres, sambil membawa surat tertulis berisi kronologis singkat kejadian dan tanda tangan wartawan yang bertugas di Kab. Rembang.

Ketua PWI Kab. Rembang, Djamal A. Garhan menuturkan laporan ke polisi merupakan jalan terbaik untuk menyelesaikan kekerasan terhadap pekerja pers. Ia beralasan siapapun yang menghalangi wartawan ketika mencari informasi, melanggar Undang – Undang Pers. Pelaku terancam hukuman 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 500 juta. Apalagi ada HP milik wartawan Radar Kudus Jawa Pos yang sempat dirampas, meski akhirnya dikembalikan. Djamal berharap kasus itu serius ditindaklanjuti aparat kepolisian, karena menghalangi wartawan sama saja menghalangi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi.

Rombongan wartawan ditemui Kapolres Rembang, AKBP Sugiarto. Setelah menerima aduan dari PWI Rembang, polisi berjanji akan memanggil kedua belah pihak. Tentu tidak bisa langsung disimpulkan, karena laporan wartawan mesti ditelaah terlebih dahulu.

AKBP Sugiarto menimpali penyidik Reskrim masih mengumpulkan bahan keterangan. Perlu penyelidikan mendalam, apakah ada unsur kelalaian atau tidak. Sejauh ini pihaknya belum menetapkan tersangka.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terjadi kasus kecelakaan kerja di PLTU desa Leran Kec. Sluke. 4 orang pekerja menderita luka bakar serius, karena diduga terkena uap akibat kebocoran pipa.

Saat korban menjalani perawatan di rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang, massa yang sebagian pekerja PLTU menghalangi wartawan, supaya tidak meliput. Bahkah ada wartawan yang dirampas HP nya, kemudian file – file foto di dalamnya dihapus. Wartawan juga sempat diancam akan dihabisi. Tak cukup sampai itu saja, wartawan Semarang TV, Sarman Wibowo dikejar – kejar massa hingga keluar rumah sakit. Yang bersangkutan Jum’at siang harus check up ke rumah sakit di Semarang, lantaran memiliki riwayat penyakit jantung. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *