Flash News
No posts found

Suara Bunuh Dan Keroyok Terngiang – Ngiang, Wartawan Gelar Aksi

Aksi demo wartawan Rembang memprotes arogansi oknum pekerja PLTU, Jum’at siang.

Aksi demo wartawan Rembang memprotes arogansi oknum pekerja PLTU, Jum’at siang.

Rembang – Usai rombongan wartawan melaporkan kasus penghalangan dan perampasan HP wartawan yang diduga melibatkan oknum pekerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke, wartawan kemudian menggelar aksi di kawasan taman kota Tugu Lilin, depan Kantor Bupati Rembang, Jum’at siang (19 Agustus 2016).

Mereka membentangkan poster berisi kecaman terhadap kesewenang – wenangan massa yang disinyalir sebagian pekerja PLTU, ketika berada di rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang.

Setelah memajang poster, peserta demo melakukan teatrikal perampasan HP, menggambarkan aksi pekerja PLTU menyweeping wartawan yang meliput kecelakaan kerja. Wartawan meletakkan kartu pers, kamera dan peralatan peliputan sebagai bentuk keprihatinan atas tindakan arogan terhadap pekerja pers. Setelah itu, tulisan PLTU Mlete disobek oleh pendemo, sekaligus menutup aksi.

Seorang wartawan radio, Heru Budi Sudarmanto menyadari peristiwa kecelakaan kerja di PLTU merupakan musibah. Rekan – rekan wartawan tetap berempati untuk korban luka. Namun di sisi lain, wartawan mempunyai kewajiban menginformasikan kepada masyarakat. Ia menyesalkan kenapa disikapi secara berlebihan, beberapa kali muncul suara bunuh dan keroyok, yang dilontarkan oleh dua orang provokator. Massapun mudah terpancing. Manakala sudah seperti itu, sama saja mengarah pada premanisme. Heru mengaku mempunyai foto salah satu pelaku. Seandainya disampaikan secara baik – baik, pasti tidak akan bertambah runyam.

Demo berjalan tertib, dengan penjagaan anggota Polres Rembang. Satu jam kemudian, wartawan membubarkan diri.

Belum ada keterangan resmi dari PLTU Sluke. Sementara hanya berupa penjelasan pribadi – pribadi yang berusaha melobi PWI agar tidak meneruskan kejadian tersebut ke jalur hukum. Mereka juga mengajak diadakan pertemuan untuk mediasi dengan wartawan, namun sejauh ini PWI belum memberikan kepastian. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *