Flash News
No posts found

Kisah Meta Dibeberkan, Untuk Menangkal Ego Pelatih

Suasana Musyawarah Kabupaten Percasi Kab. Rembang, Minggu.

Suasana Musyawarah Kabupaten Percasi Kab. Rembang, Minggu.

Rembang – Belakangan ini muncul fenomena pecatur – pecatur handal tingkat Jawa Tengah maupun nasional, didominasi oleh pecatur yunior. Sedangkan pecatur senior yang ibaratnya sudah berumur, justru mulai tersisih.

Seorang pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jawa Tengah, Suparto mengungkapkan hal itu, saat membuka Musyawarah Kabupaten Percasi, di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Rembang, Minggu siang (22 Agustus 2016).

Ia mencontohkan di tim nasional, hanya terdapat pecatur senior Susanto Megaranto, sedangkan selebihnya diperkuat pecatur – pecatur muda. Begitu pula di Jawa Tengah, sangat banyak bibit – bibit potensial. Tim PON putri Jawa Tengah, mayoritas diisi pecatur muda. Sekarang prestasinya semakin diperhitungkan oleh daerah lain, berkat sistem pembinaan secara berjenjang.

Menurutnya, pelatih catur di daerah jangan egois. Kalau memang kemampuan jalan di tempat, jangan dipaksakan. Lebih baik pecatur muda dititipkan ke sekolah catur, supaya lebih berkembang. Ia kebetulan juga pelatih catur di Salatiga. Begitu menemukan atlet berbakat, diarahkan ke jalur yang sesuai. Ia kemudian mengisahkan Armeta Widyaning salah satu atletnya mampu menjadi juara dunia catur di Brazil. Meta main catur sejak duduk di bangku TK. Berulang kali mendapatkan gemblengan, terutama selama pemusatan latihan di Jakarta. Yang bersangkutan memperoleh banyak tekhnik dari pelatih baru, sampai bisa berkembang pesat seperti sekarang.

Ketua Percasi Kab. Rembang, Daryono mengatakan di daerahnya bibit muda catur tergolong melimpah. Sementara M. Guswan Aziz dari desa Tulung Kec. Pamotan dianggap memiliki peluang besar menembus tingkat nasional. Belum ada rencana, Guswan Aziz dimasukkan sekolah catur, karena terbentur restu orang tua Guswan yang menghendaki putranya lebih fokus pada sekolah formalnya di SMA N I Rembang. Apalagi muncul angan – angan Guswan kelak akan melanjutkan ke jurusan kedokteran.

Percasi tidak mungkin memaksakan, tapi sebatas memfasilitasi pembinaan. Meski demikian pihaknya terus melakukan pendekatan dengan keluarga pecatur, sekaligus menggali bakat – bakat baru.

Daryono menambahkan dalam Musyawarah Kabupaten, dirinya terpilih kembali secara aklamasi menjadi Ketua Umum Percasi periode 2016 – 2020. Wakil ketua diduduki Iskandar Azhar, Sekretaris Risdiyanto dan bendahara, Rini Handayaningytas. Pengurus baru akan segera mematangkan persiapan pra kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2018. Seleksi berlangsung di Tegal, mulai pertengahan tahun 2017. Targetnya, cabang olahraga catur meraih medali emas di ajang Porprov. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *