Flash News
No posts found

Selis Merebak, Begini Keluhan Yang Muncul

Pengguna sepeda listrik berhenti saat traffic light perempatan Stasiun berwarna merah. Kesadaran pengguna Selis menjadi perhatian khusus Satlantas.

Pengguna sepeda listrik berhenti saat traffic light perempatan Stasiun berwarna merah. Kesadaran pengguna Selis menjadi perhatian khusus Satlantas.

Rembang – Banyaknya penggunaan sepeda listrik (Selis) di jalan raya dalam kota Rembang, memunculkan masalah baru. Selain pemakaian yang kurang mengabaikan keselamatan, kerap kali mereka melanggar aturan lalu lintas. Apalagi sebagian pemakai sepeda listrik masih anak – anak di bawah umur, namun sudah bebas berkeliaran di jalan raya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Ahfaqsyi membenarkan pihaknya sempat menerima keluhan terkait keberadaan sepeda listrik. Keluar masuk gang nyelonong saja, lantaran dipakai anak – anak. Yang jadi masalah, kecepatan Selis jauh lebih tinggi, dibandingkan sepeda onthel. Kalau tidak hati – hati, rawan memicu kecelakaan.
Pelanggaran oleh pemakai sepeda listrik, tentu tak bisa ditilang oleh anggotanya, karena Selis bukan termasuk kendaraan bermotor. Meski demikian tiap giat operasi, ternyata menjumpai warga sembarangan mengendarai sepeda listrik, tetap akan dihentikan dan sifatnya memberikan teguran simpatik.

AKP Ahmad Ghifar menimpali dalam sejumlah kesempatan bertemu masyarakat, pihaknya menyerukan himbauan tentang sepeda listrik, supaya memperhatikan keselamatan berlalu lintas. Syukur kalau sadar mau memakai helm pengaman.

Mahmud, seorang warga di Rembang mengaku membeli sepeda listrik, karena harganya terjangkau. Cukup dengan uang Rp 1,5 juta sudah membawa pulang sepeda listrik. Untuk bepergian jarak pendek, sangat memudahkan. Selain itu, tidak perlu membeli bahan bakar minyak dan tak harus membayar pajak, seperti halnya kendaraan bermotor. Mahmud setuju arahan dari Satlantas. Begitu masuk jalan raya, bukan berarti pemakai sepeda listrik bisa seenaknya. Ia mencontohkan tiap lampu pengatur lalu lintas berwarna merah, wajib berhenti. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *