Flash News
No posts found

Senggolan, 1 Tewas 1 Luka Berat

Korban kecelakaan di dekat balai desa Purworejo Kec. Kaliori, Minggu sore.

Korban kecelakaan di dekat balai desa Purworejo Kec. Kaliori, Minggu sore.

Kaliori – Hati – hatilah kalau anda menyalip kendaraan saat kondisi jalan ramai. Seorang korban tewas dan 1 lainnya menderita luka parah, dalam kecelakaan di jalur Pantura depan balai desa Purworejo Kec. Kaliori, karena korban terjatuh ketika ingin menyalip kendaraan lain di depannya, Minggu sore (21/08).

Waktu itu ada dua sepeda motor berjalan beriringan dari arah timur ke barat. Salah satunya Honda Scoopy yang dikendarai Rizky Dwi Yuli Setyo (16 tahun), warga desa Tompomulyo Kec. Batangan – Pati, memboncengkan Nyohadi (23 tahun), juga warga desa Tompomulyo. Sedangkan 1 sepeda motor lain tidak diketahui identitasnya. Dua motor menyalip sebuah truk dari arah kiri, diduga sepeda motor saling bersenggolan. Akibatnya, motor Honda Scoppy terjatuh ke arah kanan dan langsung terlindas truk gandeng dari belakangnya atau arah bersamaan.

Pengendara, Rizki Dwi tewas seketika dengan luka berat pada bagian kepala. Untuk rekannya yang membonceng, Nyohadi mengalami luka berat pada tangan kanan. Mengetahui peristiwa itu, sopir truk gandeng, Abdul Rohman (35 tahun) warga desa Ngagel Kec. Dukuhseti Pati langsung menghentikan kendaraannya. Tapi 1 sepeda motor yang terlibat senggolan, memilih kabur. Korban tewas maupun luka – luka selanjutnya dibawa ke rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Ahfaqsyi, Senin pagi (22 Agustus 2016) mengatakan menyalip dari kiri memang beresiko, apalagi dengan kecepatan tinggi. Usai kejadian, sopir truk gandeng dimintai keterangan.

AKP Ahmad Ghifar menambahkan jalur Pantura desa Purworejo termasuk salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas. Ia menghimbau pengguna jalan lebih waspada, terutama pengendara sepeda motor. Ketika hari libur, biasanya kepadatan lalu lintas di sepanjang jalur Pantura selalu meningkat. Ada kecenderungan sopir truk gandeng yang membawa muatan berat, sulit langsung menghentikan laju kecepatan, manakala ada sepeda motor berhenti mendadak di depannya. Hal itu lantaran sistem pengereman berbeda, apabila dibandingkan mobil atau truk kecil.

Sementara itu Sanyoto, warga desa Purworejo Kec. Kaliori menjelaskan kecelakaan tersebut sempat mengakibatkan kemacetan. Pengguna jalan dari dua arah, harus menghindari dua korban yang tergeletak di tengah jalan. Apalagi banyak yang memilih berhenti, ingin melihat dari dekat. Namun setelah korban dievakuasi oleh anggota Satlantas menuju rumah sakit, arus kendaraan kembali lancar. (MJ ā€“ 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *