Flash News
No posts found

1 Korban PLTU Meninggal Dunia, Disisi Lain Laporan Wartawan Berlanjut

Sejumlah wartawan selaku saksi pelapor diperiksa penyidik Unit IV Satreskrim Polres Rembang, Selasa siang.

Sejumlah wartawan selaku saksi pelapor diperiksa penyidik Unit IV Satreskrim Polres Rembang, Selasa siang.

Rembang – Empat orang wartawan di Rembang, Selasa siang (23 Agustus 2016) menjalani pemeriksaan Unit IV Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, terkait laporan tindak kekerasan terhadap wartawan yang diduga dilakukan oknum pekerja PLTU Sluke. Mereka meliput suasana di rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang, ketika berlangsung insiden wartawan dilarang meliput korban kecelakaan kerja PLTU.

Empat wartawan tersebut, diantaranya Sarman Wibowo dari Semarang TV, Djamal A. Garhan wartawan Suara Merdeka, Heru Budi Sudarmanto wartawan Radio CB FM dan Suparjan wartawan Bhayangkara Perdana. Selasa sore, hadir pula tambahan saksi korban lainnya, Diky Prasetya dari Radio Pop FM. Namun pemeriksaan Diky akhirnya ditunda pada esok hari. Khusus Wisnu Aji, wartawan Radar Kudus yang HP nya sempat dirampas pegawai PLTU, tidak datang menjalani pemeriksaan.

Salah satu korban kekerasan, Sarman Wibowo mengaku mendapatkan 18 buah pertanyaan dari penyidik. Ia membeberkan awal mula kedatangan, kemudian dilarang meliput, didorong – dorong, diancam dikeroyok sampai peristiwa terakhir dikejar sekira 10 orang, lantaran ketahuan mengambil gambar dari luar pagar rumah sakit. Sarman menganggap jalur hukum menjadi pilihan yang tepat, supaya kasus serupa tidak terulang lagi.

Selama pemeriksaan, wartawan didampingi Ketua Lembaga Advokasi Wartawan PWI Jawa Tengah, Zaenal Abidin Petir dan Sekretaris PWI Jawa Tengah, Isdiyanto. Zaenal Abidin Petir menuturkan PLTU bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sangat mengherankan, BUMN yang umumnya diisi orang profesional, justru terkesan sangat tertutup. Bahkan cenderung bertindak seperti preman.

Hal itu menimbulkan pertanyaan besar, apakah kecelakaan kerja berkaitan standar operasional prosedur (SOP) yang tidak dijalankan atau sistem perangkat mesin kurang layak. Zaenal meminta wartawan jangan mudah surut, karena mereka bekerja dilindungi Undang – Undang. Pihaknya akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Kalau melihat kronologis kejadian, unsur – unsur pelanggaran UU Pers sudah terpenuhi. Pelaku terancam hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono menjelaskan setelah pengambilan keterangan dari wartawan selesai, nantinya akan diagendakan klarifikasi pihak terlapor.

Sementara itu, seorang korban kecelakaan kerja di PLTU Sluke, Andik Purwanto akhirnya meninggal dunia di rumah sakit Karyadi Semarang, Senin malam. Andik yang berasal dari desa Karangsekar Kec. Kaliori dimakamkan di kampung isterinya, dusun Kulutan desa Sumberejo Kec. Jaken – Pati, Selasa (23 Agustus 2016) sekira pukul 09.00 WIB. Sedangkan 3 korban luka bakar, sampai Selasa pagi masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Sebelumnya, General Manajer PLTU Sluke, Yudhi Bhagaskara memastikan perbaikan kebocoran pipa sudah menerapkan standar operasional prosedur. Meski demikian peristiwa itu akan tetap menjadi bahan evaluasi, untuk perbaikan kedepan. Terkait proses hukum, Yudhi menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *