Flash News
No posts found

Kecewa, Wartawan Rembang Sepakat Beri Sanksi Sosial

Pertemuan wartawan di Media Center Pemkab, Selasa pagi. (gambar atas) Aksi wartawan di Rembang menentang tindak kekerasan.

Pertemuan wartawan di Media Center Pemkab, Selasa pagi. (gambar atas) Aksi wartawan di Rembang menentang tindak kekerasan.

Rembang – Kalangan wartawan di Kab. Rembang menyepakati tiga keputusan atas sikap dua wartawan Radar Kudus Jawa Pos Biro Rembang.

Dua wartawan Radar Kudus Biro Rembang, masing – masing Wisnu Aji dan Ali Mahmudi, dianggap tidak memiliki sikap solidaritas atas insiden intimidasi oleh karyawan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pembangkitan Jawa Bali (PJB) kepada pekerja pers, Kamis (18/8) lalu.

Berdasarkan pertemuan yang berlangsung Selasa pagi (23/8) di Media Center Pemkab Rembang, kedua wartawan tersebut dinilai tidak menghargai perjuangan teman – teman sesama profesi saat menuntut keadilan pasca kasus intimidasi wartawan.

Sebab, selama aksi damai mengecam tindakan pekerja PLTU, dua wartawan itu dianggap setengah – setengah dalam memberikan dukungan. Bahkan, sebagai Kepala Biro Rembang, Ali Mahmudi terlihat tidak pernah hadir dalam dua kali aksi damai yang digelar PWI dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya.

Padahal, satu dari enam wartawan korban intimidasi karyawan PLTU adalah Wisnu Aji, yang tak lain merupakan wartawan Radar Kudus Biro Rembang. Selain itu, gabungan wartawan juga merasa gerah atas pernyataan Ali Mahmudi yang tercantum dalam press release PT PJB yang disebarkan kepada wartawan.

Dalam rilis itu disebutkan, perwakilan PJB telah mendatangi kantor Radar Kudus Biro Rembang guna menyampaikan permintaan maaf. Mereka mengklaim permintaan maaf itu telah diterima oleh Ali Mahmudi. Padahal, korban intimidasi bukan hanya wartawan Radar Kudus, melainkan juga wartawan Radio POP FM, Radio Citra Bahari, koran Suara Merdeka, Semarang TV dan Majalah Bhayangkara Perdana. Pihak Pembangkitan Jawa Bali (PJB) belum pernah mendatangi wartawan lainnya, untuk meminta maaf.

Sekretaris PWI Kab. Rembang, Daryono menyatakan wartawan luar daerah saja rela datang ke Rembang, demi memperjuangkan harga diri korban intimidasi, termasuk Wisnu Aji yang dirampas HP nya. Setelah melihat dinamika kian memprihatinkan, para wartawan sepakat mengambil langkah sebagai sanksi sosial terhadap dua wartawan Radar Kudus. Sikap itu antara lain rekan – rekan wartawan sepakat tidak akan membagi materi berita bagi dua wartawan tersebut dan menolak memberikan dukungan moril/materiil apabila di kemudian hari menghadapi masalah berkaitan peliputan.

Selain itu, hari Kamis besok (25/08), wartawan Rembang juga akan menggelar aksi damai di depan Kantor Radar Kudus Biro Rembang. Aksi rencananya akan dilakukan dengan cara tutup mulut menggunakan lakban. Alasannya, Radar Kudus ternyata tidak turut memberitakan kecelakaan kerja di PLTU serta aksi solidaritas FWR, PWI dan IJTI mengecam kekerasan kepada wartawan. Padahal, secara prinsip jurnalisme, peristiwa itu layak menjadi bahan pemberitaan.

Kepala Radar Kudus Biro Rembang, Ali Mahmudi menanggapi dirinya sudah keluar dari FWR dan bukan anggota PWI. Ia berhak menentukan sikap sendiri, tapi tetap menghormati aksi solidaritas. Soal kenapa tidak memberitakan kecelakaan kerja di PLTU, merupakan kebijakan manajemen kantornya. Sedangkan peristiwa yang mendera Wisnu Aji, ia selaku pimpinan mesti mempertimbangkan keselamatannya. Meski demikian, Ali berjanji siap menempuh jalur hukum. Nantinya Wisnu akan diajak ke Polres Rembang, melalui pendampingan kantor Radar Kudus. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *