Flash News
No posts found

Wartawan Jalan Mundur Dan Tutup Mulut, Begini Maksudnya

 Aksi wartawan Kab. Rembang di depan kantor sebuah media, Kamis siang.

Aksi wartawan Kab. Rembang di depan kantor sebuah media, Kamis siang.

Rembang – Belasan orang wartawan dari media cetak dan elektronik di Kab. Rembang menggelar aksi tutup mulut di depan kantor Radar Kudus Jawa Pos Biro Rembang, Kamis siang (25 Agustus 2016).

Peserta demo berjalan kaki dari depan kantor kecamatan Rembang Kota, menuju kantor Radar Kudus. Wartawan hanya diam dan berdiri, tanpa melakukan orasi. Peristiwa itu sontak saja menyedot perhatian masyarakat yang kebetulan melintas di Jl. Pemuda Rembang. Setelah 5 menit, peserta demo membubarkan diri.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab. Rembang, Djamal Abdul Garhan menjelaskan peserta aksi sempat melakukan jalan mundur, sebagai simbol kemunduran. Dikala mayoritas wartawan Kab. Rembang merasa prihatin terhadap nasib sejumlah rekannya yang menjadi korban kekerasan oleh oknum pekerja PLTU, ternyata masih ada media terkesan kurang serius memberikan rasa solidaritasnya. Padahal dalam insiden, HP milik Wisnu Aji, wartawan Radar Kudus dirampas oleh pegawai PLTU dan dihapus file – file fotonya. Sejumlah wartawan dari media lain turut membantu mendampingi Wisnu, hingga HP dikembalikan, meski waktu itu kepungan massa mengancam keselamatan mereka.

Djamal menambahkan aksi Kamis siang hanya ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa kekompakan sesama wartawan penting, supaya pekerja pers tak lagi mudah menjadi sasaran tindak kekerasan. Meski beda media dan organisasi, baginya persatuan merupakan kekuatan. Nyatanya banyak wartawan luar daerah juga ikut menggelar aksi solidaritas.

Melihat aksi tutup mulut tersebut, pekerja Radar Kudus Biro Rembang memantau dari teras kantor. Seorang fotografer mendekati kerumunan, sambil mengabadikan gambar menggunakan kamera.

Sebelumnya, Kepala Biro Rembang Radar Kudus, Ali Mahmudi kepada Reporter R2B mengatakan dirinya tetap menghormati aksi solidaritas wartawan. Ia tidak pernah mempermasalahkan. Soal tidak adanya pemberitaan mengenai insiden di depan rumah sakit dr. R Soetrasno, merupakan kebijakan internal manajemen. Perwakilan PLTU Sluke sudah datang ke kantornya, untuk meminta maaf. Mestinya wartawan lain juga bisa menghormati. Lebih lanjut Ali memastikan pihaknya mendukung proses hukum.

Informasi dari penyidik Polres Rembang, Wisnu Aji, wartawan Radar Kudus yang HP nya sempat dirampas, sudah datang memberikan keterangan, Rabu pagi. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *