Flash News
No posts found

Pilkades Molor Berimbas Pada Kepincangan Desa, Karanganyar Jadi Potret

Suasana Pilkades desa Dresi Kulon Kec. Kaliori, beberapa waktu lalu. Sebelum Pilkades serentak, Pemkab perlu mematangkan regulasi aturan.

Suasana Pilkades desa Dresi Kulon Kec. Kaliori, beberapa waktu lalu. Sebelum Pilkades serentak, Pemkab perlu mematangkan regulasi aturan.

Rembang – Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Rembang mencermati ada 3 masalah, menyangkut Peraturan Pemerintah tentang pemilihan kepala desa (Pilkades) yang akan dijabarkan ke dalam Peraturan Bupati.

Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Rembang, Puji Santoso, Sabtu pagi (27 Agustus 2016) menjelaskan ketiga persoalan itu adalah ketentuan calon kepala desa tidak boleh 1 orang dan jangan melebihi 5 orang, padahal aturan sebelumnya lebih fleksibel.
Kemudian ketika hasil perolehan suara calon sama, harus ditentukan melalui mekanisme lain. Masalah terakhir mengenai kandidat calon Kades mantan narapidana, dengan kasus yang diancam hukuman 5 tahun penjara atau lebih.

Ia menerima informasi bahwa pasal – pasal rawan tersebut akan dibahas melalui rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Selasa pekan depan. Politisi Partai Gerindra ini memperkirakan forum itu untuk mendapatkan masukan – masukan, sebelum Bupati mengesahkan Perbup.

Anggota Komisi A lainnya, Gatot Paeran menganggap Pilkades serentak di Kab. Rembang molor terlalu lama, akibat pelaksanaan Pilkada dan seringnya perubahan aturan dari pusat. Desa yang akan menggelar Pilkades serentak sebanyak 47 desa juga dilingkupi tanda tanya mengenai kepastian waktu. Mereka tak mungkin melalukan persiapan, sebelum Perbup turun. Berbeda dengan di Kab. Jepara, Pilkades serentak sudah memasuki tahapan pendaftaran calon. Maka ia berharap proses ini dipercepat, karena kasihan kalau desa terlalu lama mengalami kekosongan jabatan Kades definitif.

Jika Kades terpilih, bisa segera melantik perangkat desa. Belakangan ini banyak desa pincang atau nyaris lumpuh, karena kekosongan perangkat. Gatot mencontohkan di desa Karanganyar Kec. Kragan, Kades dan Sekdes definitif tidak ada, sedangkan yang tersisa hanya 1 perangkat desa. Tentu kondisi ini memprihatinkan, apalagi desa mengelola dana besar. Tanpa didukung tenaga yang cukup, rawan mengganggu proses pembangunan.

Sebelumnya Bupati Rembang, Abdul Hafidz memastikan Pilkades serentak harus berlangsung tahun 2016 ini. Perkiraan waktunya akhir bulan Oktober. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *