Flash News
No posts found

Soal Tunjangan Profesi Konon Akan Dihapus, Begini Reaksi Guru

Seorang guru olahraga di SD N Manggar Kec. Sluke mengajari muridnya berenang di laut. Masalah tunjangan profesi guru, belakangan ini menjadi bahan hangat pembicaraan.

Seorang guru olahraga di SD N Manggar Kec. Sluke mengajari muridnya berenang di laut. Masalah tunjangan profesi guru, belakangan ini menjadi bahan hangat pembicaraan.

Rembang – Kabar mengenai penghapusan tunjangan profesi guru atau lebih dikenal dengan sertifikasi mendapatkan tanggapan beragam dari sejumlah guru.

Mukhlas, seorang guru di SMA N Lasem, Sabtu pagi (27 Agustus 2016) menganggap informasi tersebut belum pasti. Beberapa waktu lalu dirinya sempat mendengar keluhan rekan – rekannya, bahwa tunjangan profesi akan diganti dengan tunjangan berbasis kinerja. Yang jelas Mukhlas berharap tunjangan profesi tetap dipertahankan, karena sudah diatur dalam Undang – Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Selama belum ada perubahan Undang – Undang, menurutnya guru tidak perlu cemas. Ia pribadi sudah mengantongi sertifikasi sejak tahun 2009 silam, diterima tiap 3 bulan sekali.

Bagi Mukhlas, tunjangan profesi sebesar 1 kali gaji pokok, akan membuat guru kian bersemangat. Kalau dihapus, justru merupakan potret kemunduran. Nasib guru di daerah – daerah terpencilpun akan semakin memprihatinkan.

Hal senada diungkapkan Siti Jumiatun, salah satu guru di SMA N I Rembang. Sertifikasi memiliki korelasi terhadap peningkatan kinerja. Ketika kesejahteraan guru meningkat, maka berimbas pada kualitas pendidikan.

Ia berpendapat wacana pencabutan tunjangan profesi hanya isyu yang menjadi tarik ulur. Kalau soal itu, dirinya belum begitu memperhatikan. Hanya pernah ada kabar bahwa pemberian tunjangan akan diperketat pemerintah. Salah satunya dengan menambah jam mengajar, yang sebelumnya 24 jam per Minggu. Siti berharap tidak ditambah, karena 24 jam saja termasuk sudah cukup padat.

Sejauh perkembangan yang disampaikan oleh pemerintah pusat, sampai saat ini dipastikan tunjangan profesi bagi guru masih tetap.
Hanya saja Menteri Keuangan, Sri Mulyani sebagaimana dikutip dari kompas.com menyampaikan pemerintah akan menunda dana transfer ke daerah untuk tunjangan profesi guru sebesar Rp 72, 9 triliun tahun ini. Dari jumlah tersebut, Rp 23,3 triliun merupakan tunjangan profesi guru yang dikategorikan dana transfer khusus. Setelah ditelusuri, Rp 23,3 triliun menjadi dana berlebih, karena anggaran guru tersertifikasi tidak sebanyak itu. Begitu sudah beres, dana tetap akan dicairkan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *