Flash News
No posts found

Gelontorkan Bahan Khusus Atasi Pencemaran Amoniak, Hasilnya ?

Embung Banyukuwung yang tercemar limbah pupuk pertanian.

Embung Banyukuwung yang tercemar limbah pupuk pertanian.

Sulang – Upaya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kab. Rembang untuk menetralisir pencemaran kandungan amoniak Embung Banyukuwung di Perbatasan Kec. Sulang dan Kec. Sumber, mulai membuahkan hasil.

Semula air yang masuk ke rumah pelanggan PDAM kondisinya berwarna dan bau, sehingga kerap menimbulkan pertanyaan. PDAM akhirnya mendatangkan bahan – bahan khusus sejenis campuran tawas dan sodium. Sedangkan kaporit masih tetap dipakai. Bahan itu kemudian dioptimalkan selama proses pengolahan air di instalasi desa Gunungsari Kec. Kaliori.

Direktur PDAM Kab. Rembang, Muhammad Affan menjelaskan dalam dua hari terakhir ini pihaknya melakukan pengecekan langsung ke rumah pelanggan. Ia sendiri kebetulan mengambil sample air di sebuah warung makan pinggir jalur Pantura dusun Wates desa Tasikharjo Kec. Kaliori. Ternyata keadaan air sudah jauh lebih bagus, dibandingkan sebelumnya.

Affan menimpali pihaknya mendatangkan bahan tersebut dari Surabaya – Jawa Timur sebanyak 5 ribu liter. Tiap hari digelontorkan 200 – 300 liter, tergantung kekeruhan air. Meski harus keluar tambahan ongkos, namun upaya ini setidaknya bisa meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Apalagi jumlah mereka di wilayah Rembang bagian barat dan Kec. Kaliori termasuk banyak, sekira 3.500 an orang. Menurut Affan, penanganan seperti ini bersifat jangka pendek. Sedangkan untuk jangka panjang, PDAM berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membantu pengerukan embung, sehingga kandungan amoniak yang mayoritas dipicu pupuk urea dari lahan pertanian, mampu terangkat.

Kepala Desa Sudo Kec. Sulang, Suwaji menyatakan penggarapan area embung untuk bercocok tanam biasanya terjadi ketika musim kemarau, dikala dasar embung mengering. Secara pribadi ia siap membantu memberikan sosialisasi ke warganya, terkait bahaya pupuk pertanian terhadap kualitas air embung. Hanya saja Suwaji meminta PDAM juga memberikan data – data kandungan pencemaran, agar informasi yang disampaikan akurat.

Pantauan Reporter R2B, persediaan bahan baku air di kawasan Embung Banyukuwung tergolong masih melimpah. PDAM memprediksi cukup guna memenuhi kebutuhan air hingga datangnya musim penghujan, asalkan tidak banyak disedot untuk pengairan sawah dan tidak dirusak pipa jalur distribusi air. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *