Flash News
No posts found

Desersi Ngaku Intel Berpangkat Letjen Terlibat Penipuan, Modusnya ?

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono mengangkat salah satu lencana palsu. (gambar atas) Kapolres Rembang, AKBP Sugiarto, Senin pagi menunjukkan tersangka pelaku yang mengaku anggota intelijen berpangkat Letjen.

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono mengangkat salah satu lencana palsu. (gambar atas) Kapolres Rembang, AKBP Sugiarto, Senin pagi menunjukkan tersangka pelaku yang mengaku anggota intelijen berpangkat Letjen.

Rembang – Polres Rembang menangkap dua orang tersangka pelaku yang diduga terlibat dalam kasus penipuan lintas daerah, berkedok penerimaan pegawai negeri sipil (PNS). Dalam aksinya, salah satu tersangka mengaku sebagai anggota intelijen berpangkat Letnan Jenderal.

Kedua orang tersangka pelaku yakni Teguh Setiyanto (58 tahun) warga asli Indramayu – Jawa Barat, namun tinggal di desa Ceningbumen Kec. Singorojo Kab. Kendal dan Suwarno (62 tahun) warga desa Sarirejo Kec. Pati Kota Kab. Pati. Saat gelar kasus di Mapolres Rembang, Senin pagi (29 Agustus 2016), hanya 1 tersangka yang ditunjukkan kepada wartawan, atas nama Teguh Setiyanto. Sedangkan 1 tersangka lainnya menderita sakit jantung, sehingga mesti dibantarkan.

Kasus ini berawal ketika ada warga Rembang berinisial M menemui Suwarno pada bulan januari 2016 di Pati, untuk meminta tolong agar kerabatnya yang masih berstatus guru honorer, bisa diangkat menjadi pegawai negeri. Suwarno kemudian menghubungi rekannya, Teguh Setiyanto yang dipercaya mempunyai akses orang dalam di Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Selang beberapa hari, Teguh datang menemui korbannya. Agar korban bertambah yakin, ia mengaku sebagai anggota intelijen berpangkat Letnan Jenderal. Mobil pribadinyapun menggunakan plat nomor kendaraan dinas TNI palsu.

Kali pertama tersangka meminta uang Rp 15 juta, untuk biaya administrasi. Barulah pada bulan Agustus, tersangka datang lagi mengabarkan bahwa korban lolos, sambil menunjukkan surat keterangan palsu dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi. Dalam pertemuan di Pati, korban kemudian menyerahkan uang Rp 100 juta kepada tersangka. Kelak jika surat keputusan pengangkatan turun, tersangka meminta tambahan Rp 50 juta lagi. Namun pertemuan di Pati itu sudah terendus polisi, berkat informasi keluarga korban. Polisi bekerja sama dengan Kodim pati, berhasil menangkap tersangka.

Saat dimintai keterangan anggota Polres Rembang, tersangka Teguh Setiyanto berulang kali berkelit. Bahkan mantan anggota TNI yang dipecat tahun 1979 lalu tersebut, berdalih hanya suruhan oleh seseorang bernama Sunardi, warga Karanganyar.

Dari hasil penyidikan, polisi sudah mengidentifikasi korban penipuan di Kab. Rembang 2 orang dan Kab. Kendal 4 orang. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah korban cukup banyak. Kapolres Rembang, AKBP Sugiarto mengungkapkan bisa jadi mereka malu, sehingga enggan melapor. Kalau korban yang menempuh proses hukum bertambah, maka kelak bisa menjadi bahan pertimbangan majelis hakim untuk memberatkan hukuman tersangka.

AKBP Sugiarto menimpali dalam kasus ini polisi mengamankan barang bukti mobil Toyota Avanza berwarna hitam yang dibawa tersangka, plat nomor dinas TNI palsu dua buah, uang tunai Rp 100 juta, berbagai macam lencana anggota intelijen, Interpol dan dokumen kepegawaian. Tersangka dijerat pasal penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *