Flash News
No posts found

Puluhan Ribu Warga Belum Rekam Data, Begini Efeknya Jika Tidak Punya e KTP

Perekaman data warga untuk membuat KTP elektronik di Kab. Rembang, beberapa waktu lalu.

Perekaman data warga untuk membuat KTP elektronik di Kab. Rembang, beberapa waktu lalu.

Rembang – Dari jumlah penduduk Kab. Rembang sebanyak 620.967 orang, 32.400 diantaranya sampai hari Senin (29 Agustus 2016) belum merekam data untuk pembuatan KTP elektronik.

Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kab. Rembang, Moch. Daenuri mengatakan pihaknya sudah mengirimkan nama – nama penduduk yang belum merekam data menuju kecamatan, supaya segera diteruskan kepada desa.
Nanti desa yang bertugas memobilisasi masyarakat, seperti halnya peristiwa perekaman e – KTP tahun 2012 lalu. Pelayanan perekaman berlangsung di kantor kecamatan, sedangkan pencetakan KTP elektronik di tingkat kabupaten. Kalau datang langsung di kantor Disdukcapil Jl. Pemuda Rembang, juga tak masalah. Targetnya sebelum tanggal 30 September 2016 harus sudah tuntas.

Jika warga tidak merekam data, namanya tak akan masuk data base kependudukan. Dampaknya, warga tersebut akan kesulitan ketika akan membuat paspor, naik pesawat, membeli kendaraan, hutang uang di bank maupun mencairkan dana bantuan pemerintah. Otomatis nantinya KTP lama tidak berlaku dan semua instansi pemerintah maupun swasta mewajibkan penggunaan KTP elektronik. Hal ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warganya, maka ia berharap masyarakat turut mendukung.

Lalu apakah blangko KTP elektronik mencukupi di Kab. Rembang ? Daenuri mengakui stok pada hari Senin sempat habis. Tapi stafnya sudah berada di Jakarta, untuk mengambil blangko KTP elektronik di kantor Kementerian Dalam Negeri. Semula mengajukan 50 ribu keping, tapi ternyata hanya memperoleh jatah 6 ribu keping. Yang bersangkutan diperintahkan lekas pulang. Perkiraan sudah sampai Rembang, Selasa (30/08) sekira pukul 06.00 WIB. Tentu bisa langsung untuk melayani masyarakat.

Menurut pejabat asal desa Pamotan Kec. Pamotan ini, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri, menyangkut penambahan blangko e KTP.
Selain itu, rencananya Minggu depan, Kades dan Camat akan dikumpulkan, guna mendapatkan arahan dari Bupati, supaya program perekaman data penduduk, memenuhi target yang diharapkan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *