Flash News
No posts found

Ada Barang Bawaan Jemaah Dilarang, Memicu Tawa

Persiapan koper calon jemaah haji di Rembang. Jemaah dihimbau tidak membawa barang – barang yang dilarang.

Persiapan koper calon jemaah haji di Rembang. Jemaah dihimbau tidak membawa barang – barang yang dilarang.

Rembang – Ada sejumlah barang milik jemaah calon haji asal Kab. Rembang yang dikembalikan oleh petugas embarkasi, karena dilarang dibawa ke tanah suci. Mulai gunting, korek api, rokok hingga alat pemasak nasi atau rice cooker.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kab. Rembang, Salehuddin, Selasa siang (30 Agustus 2016) menuturkan hal itu diketahui setelah proses pemberangkatan jemaah dua kelompok terbang dari Kab. Rembang. Tiap kali pemeriksaan barang bawaan jemaah, memang kerap memancing tawa. Ia mencontohkan jemaah sejak kegiatan manasik, dihimbau tidak perlu membawa peralatan memasak, karena katering makanan sudah dijamin. Namun kenyataannya masih saja ditemukan rice cooker. Begitu pula gunting dan rokok, jemaah mungkin diam – diam membawa dari rumah, karena tidak ingin repot membeli di tanah suci. Tapi begitu ketahuan, tetap akan dikeluarkan oleh petugas. Ketika jemaah pulang, barang – barang semacam itu bisa diambil lagi.

Salehuddin berharap jemaah Kloter 65 sebanyak 81 orang yang akan berangkat hari Kamis (01 September 2016) tidak mengulangi kesalahan Kloter sebelumnya.

Dijadwalkan jemaah Kloter 65 berangkat dari Rembang, Kamis sekira pukul 10.00 WIB. Mereka bergabung dengan jemaah Kab. Jepara dan Kab. Blora. Bisa jadi rasanya beda, harus satu pesawat dengan jemaah luar daerah. Tapi untuk ketua regu dan ketua rombongan selama di tanah suci, tetap diisi jemaah dari Kab. Rembang. Kloter 65 akan lebih singkat berada di Mekkah, mengingat waktu kedatangan masuk gelombang terakhir dan berdekatan dengan puncak prosesi ibadah haji.

Salehuddin menyatakan cuaca di Mekkah maupun Madinah tidak menentu. Tapi lebih didominasi cuaca panas dan udara kering. Maka jemaah dihimbau selalu mengenakan masker, untuk mengantisipasi gangguan kesehatan serta penyakit menular. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *