Flash News
No posts found

Operasi Ilegal Di Semarang Terungkap, Polisi Rembang Perketat Prosedur

Giat operasi Satuan Lalu Lintas Polres Rembang di jalur Pantura, belum lama ini.

Giat operasi Satuan Lalu Lintas Polres Rembang di jalur Pantura, belum lama ini.

Rembang – Satuan Lalu Lintas Polres Rembang memperketat prosedur giat operasi kendaraan di jalan raya, menyusul terbongkarnya peristiwa oknum polisi menggelar operasi secara ilegal di Semarang, yang diduga menarik pungutan liar untuk kepentingan pribadi.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Ahfaqshyi, Selasa pagi (30 September 2016) mengatakan sebelum ada kejadian itupun, dalam setiap apel pagi, dirinya selalu mewanti – wanti anggota untuk tertib dan disiplin menjalankan tugas. Tiap kali akan melaksanakan giat operasi, harus membawa surat perintah.

Kemudian begitu sampai lokasi, wajib memasang plang tanda operasi, supaya pengguna jalan lebih berhati – hati. Yang tidak kalah penting, anggota jangan meminta pungutan liar kepada pelanggar lalu lintas. Aturannya, mereka memberikan surat tilang, sesuai tingkat pelanggaran. Termasuk bagi pengguna jalan dari luar daerah sekalipun. Meski umumnya anggota sudah memahami, tapi memang perlu diingatkan terus – menerus. Pengawasan internal juga diberlakukan, untuk menekan penyimpangan anggota Satlantas.

Seorang pengendara sepeda motor asal Kec. Pancur, Endah mengaku telah mengantongi SIM, biasa membawa STNK dan rutin memakai helm tiap kali bepergian. Menurutnya, kalau di jalur pelosok pedesaan jarang ada operasi. Yang ia tahu biasanya berlangsung di jalur Pantura dekat Alfamart Pasar Banggi, Rembang.

Warga biasa seperti dirinya tentu sungkan apabila harus menanyakan anggota polisi dibekali surat perintah atau tidak. Ia sebatas patuh menunjukkan surat – surat, ketika dihentikan polisi. Namun setelah kejadian di Semarang ternyata ada sekelompok oknum polisi menggelar giat operasi secara ilegal, tampaknya masyarakat harus lebih waspada.

Endah menyarankan supaya kedepan Satlantas di setiap daerah semakin profesional, modern dan terpercaya (promoter), sebagaimana slogan Kapolri baru.
Tak ada salahnya tiap giat operasi, polisi juga mencantumkan plang rincian pelanggaran, ketentuan pasal, berikut klasifikasi denda. Lebih bagus lagi jika pihak terkait mengumumkan melalui media, berapa uang denda pelanggar lalu lintas di Kab. Rembang yang masuk bank dan menjadi pendapatan negara bukan pajak. Menurutnya, selama ini angka – angka semacam itu, warga tidak pernah tahu. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *