Flash News
No posts found

Ramai – Ramai Tanam Semangka, Petanipun Terselip Kekhawatiran

Petani di Kab. Rembang menunjukkan buah semangka, beberapa waktu lalu.

Petani di Kab. Rembang menunjukkan buah semangka, beberapa waktu lalu.

Sarang – Daripada lahan menganggur, petani sejumlah desa di Kec. Sarang beramai – ramai menanam semangka. Buah berasa manis tersebut menjadi primadona, di musim kemarau ini.

Arifin, salah satu petani semangka di desa Baturno Kec. Sarang mengatakan masa panen semangka hanya dua bulan atau lebih cepat dibandingkan tanaman jagung, yang butuh waktu diatas 3 bulan.

Soal penyakit buah semangka, hampir sama seperti melon. Misalnya daun keriting dan lalat buah. Saat ini usia tanaman rata – rata 1 – 2 Minggu. Kalau soal hasil panen, menurutnya banyak tengkulak yang siap menampung. Mereka tak hanya warga Kab. Rembang, tetapi banyak pula dari Jatirogo – Jawa Timur, berburu semangka ke desa – desa. Arifin menambahkan tahun lalu, satu petak semangkanya laku Rp 2,5 juta. Meski penghasilan tak begitu besar, namun sudah meraup untung.

Sekretaris Desa Sampung Kec. Sarang, Sugiyarto mengakui sebagian besar petani di kampungnya juga memlih menanam semangka. Alasannya, tidak perlu pasokan air banyak dan panen lebih cepat.

Tapi disisi lain petani juga merasa khawatir. Kelak kalau masa panen serentak dan hasil melimpah, biasanya harga langsung anjlok. Bahkan semangka rawan tidak laku. Ia hanya berharap tak sampai mengalami hambatan tersebut, karena petani baru saja merugi akibat hancurnya tanaman melon.

Sugiyarto berharap pemerintah intensif mencari inovasi baru, untuk pemberdayaan lahan pertanian, terutama ketika cuaca tidak menentu. Siapa tahu ada peluang – peluang yang bisa diterapkan petani. Mereka butuh bimbingan, apalagi potensi lahan kosong sangat luas selama kemarau. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *