Flash News
No posts found

Pelajar SMA Sederajat Belum Kantongi SIM, Polisi Terapkan Kebijakan Khusus

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Rembang, Ipda Ngainul Mujib memberikan sosialisasi keselamatan berkendara kepada pelajar di SMK N I Rembang, Kamis siang.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Rembang, Ipda Ngainul Mujib memberikan sosialisasi keselamatan berkendara kepada pelajar di SMK N I Rembang, Kamis siang.

Rembang – Satuan Lalu Lintas Polres Rembang tidak akan menilang siswa SMA sederajat, yang belum mempunyai SIM, tapi sudah mengendarai motor ke sekolah. Asalkan, tertib mengenakan helm dan mematuhi aturan lalu lintas.

Kepala Unit Pendidikan Dan Rekayasa (Dikyasa) Satlantas Polres Rembang, Ipda Ngainul Mudjib, Kamis siang (01 September 2016) menjelaskan hal itu, di sela – sela kegiatan sosialisasi cara aman berkendara di SMK N I Rembang.

Menurutnya, kebijakan tidak menilang siswa SMA sederajat, merupakan bentuk toleransi, karena mempertimbangkan faktor jauhnya jarak rumah dengan sekolah dan keterbatasan sarana transportasi umum, terutama di pelosok pedesaan. Faktor lain, siswa belum cukup umur untuk mengurus SIM. Tapi tentu saja jangan disalahgunakan.

Kapolres sudah memerintahkan jangan ada giat operasi di jalan raya, ketika jam berangkat sekolah. Apabila anggota di lapangan menjumpai pelajar naik motor tanpa memakai helm, memboncengkan dua orang atau melanggar aturan lalu lintas, tetap ditilang. Beda jika pelanggarannya belum mengantongi SIM, polisi akan menegur secara simpatik, tanpa sanksi tilang. Fokusnya mengingatkan, manakala kelak sudah berusia 17 tahun, wajib mengurus SIM.

Ipda Ngainul Mujib menambahkan selama kegiatan di halaman SMK N I Rembang, pihaknya menyelipkan pesan – pesan keamanan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas. Siswa juga harus menunjukkan cara berkendara yang baik, melintasi balok – balok rintangan, seperti halnya ujian SIM.

Kepala SMK N I Rembang, Singgih Darjanto menganggap pengetahuan semacam itu penting bagi siswa, agar mereka lebih peduli saat naik sepeda motor di jalan raya. Jangan asal ngebut saja, tanpa memperhatikan keselamatan.
Singgih menambahkan siswa berusia 17 tahun dan layak mengantongi SIM, rata – rata ketika duduk di kelas XI. Ia usul bagaimana jika Satlantas turun langsung ke sekolah, menggelar pelayanan SIM massal, untuk memudahkan pelajar.

Belakangan ini, jika merunut peristiwa kecelakaan lalu lintas, kalangan pelajar di Kab. Rembang yang menjadi korban tewas termasuk cukup tinggi. Satlantas belum mendata secara rinci tahun ini.
Namun sebagai contoh, bulan Februari lalu, terjadi kecelakaan di jalur Pantura desa Tanjungan Kec. Kragan, kemudian di tikungan Murboto desa Jukung Kec. Bulu. Bulan Juni, kecelakaan juga menewaskan seorang pelajar SMP di jalur Pantura Kaliori, disusul bulan Agustus pelajar wanita menghembuskan nafas terakhir, lantaran mengalami kecelakaan di desa Bangunrejo Kec. Pamotan, saat korban akan berangkat Pramuka. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *