Flash News
No posts found

Serikat Pekerja Minim, Begini Efeknya Bagi Buruh

Muscab SPSI Kab. Rembang, di sebuah rumah makan desa Japerejo Kec. Pamotan, Sabtu siang.

Muscab SPSI Kab. Rembang, di sebuah rumah makan desa Japerejo Kec. Pamotan, Sabtu siang.

Pamotan – Menggeliatnya investasi di Kab. Rembang, dengan kemunculan pabrik – pabrik baru, belum diimbangi keberadaan serikat pekerja.

Jasmani, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kab. Rembang menjelaskan masalah tersebut, ketika forum Musyawarah Cabang SPSI, yang berlangsung di rumah makan Keboen Djati, desa Japerejo Kec. Pamotan, Sabtu siang (03/09).

Ia mencontohkan sejumlah pabrik dan perusahaan di Kec. Sluke, mayoritas belum membentuk serikat pekerja. Termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke. Padahal serikat pekerja penting, untuk memperjuangkan hak – hak pekerja, ketika terjadi kecelakaan kerja maupun pemutusan hubungan kerja (PHK). Tanpa adanya wadah, siapa yang mengurus, apabila perusahaan melenceng. Meski ia pribadi yakin pihak PLTU sendiri sudah melakukan langkah – langkah penanganan kepada korban. Apabila pekerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka ahli warisnya berhak memperoleh santunan.

Maka SPSI terus mendorong pekerja membuat serikat. Mestinya mereka tidak perlu khawatir, karena serikat pekerja dilindungi oleh Undang – Undang.

Jasmani menambahkan dalam Muscab kali ini, agenda utamanya adalah memilih ketua dan membentuk pengurus baru. Kebetulan, anggota yang mengantongi kartu tanda anggota baru berjumlah 1.500 orang, tersebar di berbagai perusahaan formal maupun non formal. Sedangkan khusus pemilihan ketua, melibatkan seluruh pengurus unit kerja.

Setelah melalui proses, Jasmani akhirnya terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kab. Rembang periode 2016 – 2021. Anggota DPRD Rembang asal Lasem ini berjanji siap meningkatkan peran SPSI.

Sejumlah pekerja berharap SPSI aktif turun membela hak – hak buruh, meski bukan tercatat sebagai anggotanya sekalipun. Pekerja tak ingin SPSI hanya sebatas formalitas. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *