Flash News
No posts found

Terkait SK CPNS Palsu, Otak Pelakunya ?

Salah satu surat yang diduga kuat palsu. Surat tersebut diamankan dari seorang warga yang merasa telah diangkat menjadi PNS.

Salah satu surat yang diduga kuat palsu. Surat tersebut diamankan dari seorang warga yang merasa telah diangkat menjadi PNS.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang merasa geram terhadap otak pelaku pembuat surat keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil palsu, yang sempat menyeret 3 orang warga menjadi korban. Tapi sejauh ini Pemkab belum berencana melapor ke aparat kepolisian.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz memastikan SK tersebut tidak berasal dari jajaran birokrasinya. Kalau ada penerimaan CPNS, tentu digelar secara terbuka. Yang modelnya diam – diam semacam itu, bukan bagian agenda pemerintah. Apabila ada yang janji bisa meloloskan, hanya bohong belaka. Bupati belum tahu pembuat SK CPNS palsu. Manakala ada data – data yang mengarah keterlibatan pelaku, Hafidz memintanya. Begitu cukup bukti, Pemkab baru siap melapor ke polisi.

Abdul Hafidz menambahkan penerimaan CPNS formasi umum di Kab. Rembang tahun ini tidak ada. Tapi masih tersisa peluang dari tingkat pusat, diantaranya pegawai tidak tetap (PTT) bidan dan petugas penyuluh. Pemkab sudah menandatangani kerja sama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Mereka dipersilahkan ikut mendaftar semua. Soal diterima atau tidak, tergantung hasil seleksi. Lagipula ketentuan umur dan masa pengabdian turut menjadi bahan pertimbangan. Soal kuota pegawai yang akan diterima, dirinya belum mengetahui.

Sebelumnya, tiga orang wanita tertipu SK CPNS palsu. Masing – masing seorang warga dari Kec. Sulang mendatangi kantor Dinbudparpora, kemudian warga dari Kec. Gunem ke kantor DPPKAD dan yang terakhir warga Kec. Pamotan mendadak ke sekolah SMA N I Pamotan. Mereka meyakini diterima menjadi pegawai negeri, seusai mengantongi SK pengangkatan. Tapi belakangan diketahui SK tersebut bermasalah. Tanda tangan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Suparmin disinyalir juga palsu.

Kasus semacam ini tak hanya menimpa warga Kab. Rembang, namun juga pernah terjadi di Kab. Kudus. Diduga penipuan berkedok SK CPNS melibatkan jaringan lintas daerah. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *