Flash News
No posts found

Kapal Senilai 1 M Ludes, Sempat Terdengar Ledakan

Kapal terbakar di sebelah utara TPI Karanganyar Kec. Kragan, Rabu malam.

Kapal terbakar di sebelah utara TPI Karanganyar Kec. Kragan, Rabu malam.

Kragan – Sebuah kapal nelayan senilai Rp 1 miliar yang ditambatkan di sebelah utara TPI Karanganyar Kec. Kragan, Rabu malam (07/09) ludes terbakar.

Kapal tersebut bernama lambung KM Agung Jaya, milik H. Raswi, warga desa Karanganyar Kec. Kragan. Peristiwa itu bermula ketika ABK baru saja selesai membongkar ikan. Kapal kemudian ditambatkan sekira setengah kilo meter dari dermaga TPI Karanganyar. Sekira pukul 18.30 WIB, tiba – tiba terdengar suara ledakan cukup keras. Tak ada yang tahu ledakan apa, tapi diduga tabung gas elpiji. Api langsung membesar, karena tiupan angin kencang.

Sutrisno, Kepala TPI Karangnyar Kec. Kragan menuturkan kebetulan ada pekerja sibuk membersihkan lokasi tempat pelelangan ikan, dengan cara menyemprotkan air. Warga yang memergoki kebakaran tersebut, berupaya meminjam mesin diesel dari TPI, untuk digunakan memadamkan api. Hanya saja, kapasitas diesel kecil, sehingga tak mampu menjinakkan si jago merah. Di kanan kiri KM Agung Jaya terdapat banyak kapal. Nelayanpun pontang – panting menyelamatkan kapal, agar tidak ikut terbakar.

Petugas pemadam kebakaran Pemkab Rembang, setelah menerima informasi dari warga, langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Namun mereka tidak sampai menyemprotkan air, mengingat posisi kapal terlalu jauh dan sulit dijangkau.

Salah satu personel Damkar, Bambang Suparno mengungkapkan selang mobil pemadam hanya sepanjang 25 meter. Solusinya memang bangkai kapal harus dipinggirkan dulu. Namun ketika nelayan mencoba menarik, tetap tidak bisa, gara – gara deburan ombak besar. Mayoritas masyarakat akhirnya memilih menonton dari bibir pantai, sampai kapal padam sekira pukul 21.00 WIB.

Kapolsek Kragan, AKP Siswanto membenarkan peristiwa kebakaran kapal di desa Karanganyar. Menurutnya, tidak ada korban jiwa. Meski demikian ia menghimbau nelayan rutin melakukan pengecekan kapal, sehabis melaut. Hal itu penting, guna mengetahui kemungkinan kompor masih menyala atau ada hal – hal lain yang perlu dibereskan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *