Flash News
No posts found

Kantor Belum Buka, Warga Sudah Berjubel

Parkir kendaraan meluber ke jalan raya di depan kantor Dindukcapil Kab. Rembang, Jum’at siang.

Parkir kendaraan meluber ke jalan raya di depan kantor Dindukcapil Kab. Rembang, Jum’at siang.

Rembang – Membludaknya jumlah pemohon KTP elektronik, mengakibatkan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kab. Rembang kewalahan. Setiap hari, kantor di Jl. Pemuda Km 03 Rembang itu berubah menjadi lautan manusia, semenjak muncul informasi KTP lama tidak berlaku lagi mulai akhir bulan September tahun ini. Bahkan halaman kantor Dindukcapil tidak mampu menampung parkir sepeda motor, sehingga area parkiran meluber ke pinggir jalan Pemuda.

Kepala Dindukcapil Kab. Rembang, Moch. Daenuri, Jum’at pagi (09 September 2016) mengatakan jumlah pemohon KTP elektronik setiap hari mencapai 700 – 800 orang. Padahal hingga kantor tutup pukul 17.00 WIB, kemampuan stafnya mencetak kartu berkisar 400 an. Sisanya harus dilembur sampai mendekati tengah malam, maka ia berharap masyarakat bersabar.

Pembuatan KTP elektronik idealnya diberi waktu rata – rata 2 Minggu. Tapi pihaknya berusaha 3 atau 4 hari bisa selesai. Menurutnya, warga tidak harus datang ke kantor Dindukcapil. Bagi yang baru saja melakukan perekaman data, mereka dipersilahkan ke kantor kecamatan setempat, dengan menyerahkan foto copy Kartu Keluarga. Nanti tim dari Dindukcapil akan mengambil dan mencetaknya di tingkat kabupaten. Setelah jadi, e KTP didistribusikan ke kecamatan.

Sedangkan bagi warga yang sudah lama merekam data, selama tidak ada perubahan status perkawinan, alamat atau yang lain, pemohon bisa mampir ke kantor kecamatan dulu, guna mencocokkan rekaman iris mata, mengantisipasi perekaman ganda. Setelah itu baru menuju kantor Dindukcapil. Memang sangat banyak warga merekam data cukup lama, namun begitu e KTP nya jadi, justru tak kunjung diambil. Di kantornya, terdapat 2 ribuan KTP elektronik menumpuk.

Ia menyarankan masyarakat mau mengecek di website dindukcapil.rembangkab.go.id agar memudahkan. Nanti diklik kolom cek ktp, semua akan terlihat daftar warga yang selesai merekam data dan KTP elektroniknya telah tercetak. Hal itu penting, supaya tidak bolak balik. Kasihan kalau rumahnya dengan Rembang sangat jauh, seperti dari Sale atau Kec. Sarang. Menyangkut persediaan blangko e KTP, sementara tersisa 2 ribuan. Kalau tinggal 500 keping, pihaknya harus ke Jakarta lagi meminta tambahan blangko kosong.

Rohmat, seorang warga dari Kec. Kragan mengungkapkan dirinya rela datang sebelum kantor Dindukcapil buka, demi mendapatkan nomor antrean awal. Sehabis pegawai apel pagi, warga yang ramai berkerumun langsung berhamburan masuk ke dalam kantor Dindukcapil. Rohmat merasa khawatir kalau KTP lama tak bisa digunakan untuk berbagai keperluan, sehingga ia ingin lekas mempunyai KTP elektronik. Dulu pada tahun 2012 belum sempat merekam data, karena merantau bekerja di luar Jawa. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *