Flash News
No posts found

Kisah Misterius Kasrin, Warga Antar Pergi Haji – Padahal Tak Terdaftar

Istiqomah menunjukkan foto ayahnya, Kasrin (tengah peci hitam). Bagi keluarga dan tetangga sekitar, Kasrin dianggap pergi berhaji.

Istiqomah menunjukkan foto ayahnya, Kasrin (tengah peci hitam). Bagi keluarga dan tetangga sekitar, Kasrin dianggap pergi berhaji.

Pamotan – Seorang warga dusun Gembul desa Sumberejo Kec. Pamotan diduga pergi berhaji, padahal yang bersangkutan tidak terdaftar dalam data jemaah di kantor Kementerian Agama Kab. Rembang.

Warga bernama Kasrin Bin Sumarto itu sudah berusia 60 tahun. Sehari – hari berprofesi sebagai tukang becak. Waktu itu ketika keberangkatan jemaah haji Kab. Rembang Kloter 38, Kasrin juga diantar warga setempat. Siswoyo, kepala dusun Gembul desa Sumberejo mengaku semula kaget, saat mengetahui banyak tetangganya berkerumun akan mengantarkan Kasrin pergi haji. Kebetulan malam hari, karena jemaah mulai naik bus Selasa malam dan berangkat Rabu pukul 01.00 WIB, tanggal 24 Agustus 2016 lalu. Ia heran, lantaran selama ini belum mendengar Kasrin akan berhaji. Lagipula tidak pernah mengurus surat – surat ke balai desa.

Lantaran terhitung masih kerabat dengan Kasrin, ia akhirnya ikut mengantarkan kepergian Kasrin di Masjid Jami’ Lasem, tempat berkumpulnya jemaah calon haji. Seingatnya warga naik satu truk, satu mobil dan sebuah bus mini. Sepanjang perjalanan, Siswoyo masih diselimuti kebingungan. Setibanya di Masjid Jami’ Lasem, tak sampai bertemu lagi dengan Kasrin, lantaran suasana sangat ramai dan agak gelap. Namun ada yang bilang Kasrin sudah naik bus, seperti jemaah pada umumnya.

Reporter R2B, Jum’at siang (09 September 2016) menyambangi rumah Kasrin di dusun Gembul desa Sumberejo Kec. Pamotan. Kami ditemui oleh salah satu putri Kasrin, Istiqomah.

Istiqomah mengungkapkan jemaah calon haji asal Kec. Pamotan mestinya berkumpul di depan kantor KUA Pamotan. Tapi ayahnya menyampaikan harus diantar ke Masjid Jami’ Lasem, lantaran didaftarkan oleh seseorang bernama Bu Indi, warga Lasem. Ketika berangkat, Kasrin tidak membawa koper maupun mengenakan seragam. Visa dan paspor, juga tidak punya.

Kali pertama mendengar sang ayah akan menunaikan Rukun Islam ke 5, ia pribadi juga terhenyak. Apalagi dengan kondisi ekonomi pas – pasan, sedangkan uang penghasilan dari membecak, hanya cukup untuk menyambung hidup keluarga sehari – hari. Setelah dijelaskan bahwa Kasrin pergi berhaji bersama bu Indi sekeluarga, ia sempat mengecek ke Lasem. Berhari – hari mencari, tetap tidak menemukan sosok Indi yang dimaksud.

Istiqomah menambahkan hampir setiap hari kontak telefon dengan ayahnya. Terakhir, Kamis (08/09) pukul 11.00 siang menyampaikan kondisinya sehat. Bahkan di tanah suci akan berqurban seekor unta. Masih belum percaya, Istiqomah kemudian menelfon dua orang tetangga desa yang kebetulan pergi haji. Keduanya membenarkan pernah bertemu dengan Kasrin di Mekkah. Sebagaimana orang berhaji, keluarganya tiap malam Jum’at rutin menggelar doa bersama di rumah, berharap Kasrin lancar menunaikan ibadah haji dan selamat kembali ke tanah air. Rencananya Kasrin pulang pada tanggal 27 September mendatang.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kab. Rembang, Salechuddin ketika dikonfirmasi mengaku sudah mendengar isyu warga pergi haji tapi tidak tercantum dalam data resmi. Ia sudah mengecek dan memang nama Kasrin, warga dusun Gembul – Sumberejo tidak ada. Soal percaya atau tidak, Salechudiin menyerahkan pada penilaian masyarakat.

Salechuddin menimpali orang pergi berhaji melalui jalur resmi, biasanya mendaftar ke bank, kemudian melunasi pembayaran, mendapatkan pembagian Kloter, mengikuti serangkaian manasik dan memperoleh pemberitahuan surat keberangkatan. Ketentuan semacam itu, sama sekali tidak dilewati oleh Kasrin. Kalau ternyata benar pergi haji, pihak Kementerian Agama balik bertanya lewat jalur mana. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *