Flash News
No posts found

Pemkab Siapkan Dua Cara, Sedot Air Dari Sungai Pati Dikaji

Seorang pelanggan PDAM di desa Sendangagung Kec. Kaliori mengecek pasokan air.

Seorang pelanggan PDAM di desa Sendangagung Kec. Kaliori mengecek pasokan air.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang menyiapkan dua alternatif langkah, untuk mengatasi masalah kesulitan air bersih di wilayah Rembang bagian barat, Kec. Kaliori dan Kec. Sumber.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan cara pertama dengan menambah jalur pipa distribusi dari Sumber Semen (Zakinah) Sale atau mengambil dari sungai di wilayah Pati. Berdasarkan perhitungan anggaran, biayanya hampir sama. Jika dari pati, kelebihannya pasokan air melimpah dan cukup dekat dengan wilayah Kab. Rembang bagian barat. Sedangkan pembuatan jalur pipa dari Sale ke Rembang, kajian detailnya sudah jadi. Kebetulan menjelang Hari Raya Idul Fitri, dirinya sempat diundang oleh Kementerian Pekerjaan Umum, guna mempresentasikan kebutuhan air bersih.

Abdul Hafidz menambahkan kepastian langkah mana yang akan ditempuh, tinggal menunggu kabar dari pemerintah pusat. Kalau seandainya diarahkan mengambil air baku dari Sumber Zakinah Sale, menurutnya tidak masalah. PDAM boleh menyedot maksimal 240 liter per detik, padahal sekarang debet yang dimanfaatkan baru antara 80 – 90 liter per detik. Artinya masih banyak peluang. Yang jelas Pemkab ingin mencukupi kebutuhan air bersih, sedangkan soal kualitas, memang ia mengakui belum ada jaminan.

Seorang warga di desa Purworejo Kec. Kaliori, Sanyoto berpendapat Pemkab dan PDAM Rembang harus segera mencari jalan lain, guna menangani masalah air bersih di Kab. Rembang bagian barat. Kalau hanya mengandalkan ketersediaan air Embung Banyukuwung Sudo, menurutnya tidak memungkinkan. Selain ancaman kekeringan, belakangan juga ditemukan tingginya pencemaran limbah pupuk pertanian masuk ke embung. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *