Flash News
No posts found

Menelusuri Kisah Kasrin : Antara Becak Kosong, Diberangkatkan Jin Dan Tanggapan Kiai

Sejumlah perangkat desa Sumberejo Kec. Pamotan asyik membicarakan kisah Kasrin yang misterius.

Sejumlah perangkat desa Sumberejo Kec. Pamotan asyik membicarakan kisah Kasrin yang misterius.

Pamotan – Setelah dikabarkan pergi berhaji, padahal tidak terdaftar dalam data resmi Kementerian Agama Kab. Rembang, keberadaan Kasrin (60 tahun), warga dusun Gembul desa Sumberejo Kec. Pamotan langsung menjadi tanda tanya. Masyarakat sekitar tempat tinggalnya ada yang percaya Kasrin sudah sampai ke tanah suci, tapi banyak pula yang meragukan informasi tersebut.

Kepala Desa Sumberejo Kec. Pamotan, Purwanto mengaku secara pribadi sulit menyimpulkan peristiwa itu. Namun menurut suara yang berkembang di kalangan warga, perkiraan Kasrin berhaji atas bantuan makhluk di luar alam manusia.

Belakangan mulai dikait – kaitkan dengan profesi Kasrin sebagai tukang becak, yang biasa mangkal di Lasem. Menurut penuturan dari berbagai sumber, konon selama bertahun – tahun tiap pagi dan siang hari, Kasrin setia antar jemput seorang pelajar. Sejak SD sampai SMA, anak tersebut selalu dinaikkan becak, dari rumah ke sekolah dan begitu sebaliknya. Tapi anehnya, orang – orang melihat di atas jok becak dalam kondisi kosong alias tak ada siapa – siapa.

Purwanto menyatakan cerita itu menjadi buah bibir, terutama sesama tukang becak teman mangkal Kasrin. Apakah memang ada keterkaitan, mengingat Kasrin sempat bercerita kepada keluarganya, ia didaftarkan haji oleh seseorang bernama bu Indi, warga Lasem. Indi merupakan ibu dari pelajar yang diantarkan pulang pergi ke sekolah. Mengenai kebenarannya, Purwanto memilih menyerahkan pada pendapat masing – masing warga. Yang jelas sampai saat ini Kasrin tidak berada di rumah dan sebagian orang menganggap yang bersangkutan pergi berhaji. Bagi Sekretaris Paguyuban Kades se Kab. Rembang ini, antara percaya dan tidak.

Kami kemudian menghubungi Kiai Zaim Ahmad Maksoem atau Gus Zaim, pengasuh Pondok Pesantren Kauman Karangturi – Lasem, sekaligus Nadzir Masjid Jami’ Lasem.

Gus Zaim mengungkapkan kebetulan dalam tiga kali pemberangkatan jemaah calon haji dari depan Masjid Jami’ Lasem, ia turut hadir. Kala itu petugas mengecek satu per satu nama jemaah untuk naik ke atas bus. Identitas mereka jelas, karena mengenakan baju seragam. Seingatnya selama pengabsenan, tidak pernah mendengar nama Kasrin, warga dusun Gembul desa Sumberejo Kec. Pamotan dipanggil.

Gus Zaim menambahkan umat Islam memang diwajibkan percaya ada makhluk seperti jin dan syetan. Namun jangan mudah terpengaruh oleh kabar yang belum pasti. Dalam riwayat sebuah kitab, pernah dikisahkan seorang ulama menembus bawah tanah dan akhirnya sampai di Madinah. Sedangkan kalau ada manusia diberangkatkan haji oleh jin, ia belum pernah mendengar.

Sebelumnya, warga dihebohkan oleh Kasrin (60 tahun), warga dusun Gembul desa Sumberejo Kec. Pamotan. Kasrin diantar puluhan orang tetangganya ke Masjid Jami’ Lasem 24 Agustus silam, karena akan pergi haji. Namun dalam data jemaah Kementerian Agama, nama Kasrin tidak ada.

Istiqomah, salah satu putri Kasrin mengatakan terakhir kali ketemu dengan sang ayah pada saat prosesi keberangkatan di Lasem, menjelang naik bus. Setelah itu, jalinan komunikasi lebih banyak lewat telefon. Kasrin mengabarkan kondisinya sehat dan akan berqurban seekor unta di tanah suci. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *