Flash News
No posts found

Pemkab Dianggap Tak Serius, DPRD Deadline Minggu Depan

Salah satu mini market di Kec. Kragan. Belakangan Pemkab Rembang menuai sorotan terkait masalah mini market.

Salah satu mini market di Kec. Kragan. Belakangan Pemkab Rembang menuai sorotan terkait masalah mini market.

Rembang – Sejumlah anggota DPRD Rembang menganggap gagasan moratorium atau penghentian sementara izin mini market yang digulirkan oleh Pemkab, terkesan tidak serius. Nyatanya, sampai sekarang Indomart maupun Alfamart baru tetap saja bermunculan. Bahkan beberapa diantaranya belum mengantongi izin lengkap, namun tetap nekat beroperasi.

Anggota Komisi B Bidang Ekonomi DPRD Rembang, Yudhianto menyesalkan ada 5 mini market belum membereskan izin, tapi sudah buka. Tentu kalau dibiarkan akan menjadi preseden buruk di kemudian hari, bagi kewibawaan pemerintah.
Pihaknya memastikan jika sampai Minggu depan belum ada perkembangan signifikan menyangkut izin, Komisi B merekomendasikan kepada Satpol PP untuk segera menutup. Lagipula berdasarkan rapat koordinasi dengan dinas tekhnis, memang kelima mini market yang tersebar di Rembang Kota dan Kec. Kaliori itu belum mengantongi izin. Kepala Disperindagkop Dan UMKM, Muntoha menyampaikan belum mengeluarkan surat rekomendasi, sehingga Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) juga belum bisa menerbitkan izin operasional.

Yudhianto menambahkan DPRD bukannya tak senang mini market masuk Kab. Rembang. Tapi harus mematuhi aturan, semisal izin lingkungan dan jaraknya dengan pasar tradisional minimal 2 kilo meter.

Menanggapi masalah tersebut, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyatakan sudah memerintahkan kepada KPPT, untuk menghentikan izin baru mini market, sampai batas waktu yang belum ditentukan. Sedangkan bagi mini market yang sudah terlanjur berdiri dan mempunyai izin, maka saat perpanjangan izin, harus menyesuaikan Perda.

Contohnya, apabila terlalu dekat dengan pasar tradisional, izin tak akan diperpanjang. Perda sudah jelas, jarak minimal 2 kilo meter. Kalau mau, dipersilahkan pindah mencari tempat lain.
Jika masih tetap ditabrak, Pemkab akan memberikan toleransi waktu dulu. Tak bisa begitu melanggar, langsung ditutup Satpol PP.

Berdasarkan data di KPPT Kab. Rembang, per bulan Maret 2016, jumlah mini market se Kab. Rembang mencapai 43 titik.
Jumlah itu oleh kalangan pemilik toko kelontong dianggap sudah terlalu banyak. Jika terus bertambah, akan mematikan toko – toko kecil di pelosok pedesaan. Suwarno, pemilik toko di Kec. Kragan berharap Pemkab tidak mengobral izin baru untuk mini market. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *