Flash News
No posts found

Serba Serbi Idul Adha : “Saya Rela Menginap Sejak Kemarin Sore…”

Suasana penyembelihan dewan qurban, Senin pagi. (gambar atas) ramainya warga ingin mendapatkan air sisa penjamasan Bendhe Becak di desa Bonang.

Suasana penyembelihan dewan qurban, Senin pagi. (gambar atas) ramainya warga ingin mendapatkan air sisa penjamasan Bendhe Becak di desa Bonang.

Rembang – Perayaan Idul Adha di Kab. Rembang berlangsung semarak, Senin (12 September 2016). Setelah sholat i’ed, umat melanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban.

Salah satunya di kawasan di RT 05 RW 03 Kelurahan Sidowayah Rembang. Warga menyembelih 1 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Seorang panitia kegiatan penyembelihan hewan qurban, Roni Wahyono mengatakan seusai hewan disembelih, pihaknya langsung mengecek kondisi hati dan daging. Semua dalam keadaan sehat, sama sekali tidak ditemukan penyakit, seperti cacing hati. Memang sejak awal pemilihan hewan qurban, kualitas benar – benar diutamakan. Sedangkan pembagian daging, tidak hanya untuk warga RT 05 RW 03 saja. Melainkan untuk warga RT lain, bahkan merambah keluar kampung, hingga Kelurahan Leteh. Roni berharap bisa ikut berbagi kebahagiaan.

Pantauan kami di Masjid Agung Rembang, panitia menyembelih enam ekor sapi dan dua ekor kambing.
Wakil Ketua Pengurus Masjid Agung Rembang, Munib Muslih mengungkapkan proses pembagian daging berjalan lancar, karena menggunakan sistem kupon.

Beda dengan perayaan di desa Bonang Kec. Lasem. Sehabis sholat i’ed, kerumunan warga terpusat di rumah juru kunci Pasujudan Sunan Bonang, Abdul Wakhid, guna menyaksikan penjamasan Bendhe Becak, sebuah ritual tahunan tiap Idul Adha. Bendhe adalah gong kecil, konon merupakan salah satu peninggalan Sunan Bonang, ketika dulu menyebarkan agama Islam. Gong kecil itu dipercaya jelmaan seorang utusan Majapahit.

Senin pagi, ratusan pengunjung sudah memadati lokasi penjamasan Bendhe Becak. Mereka tak hanya dari Kab. Rembang, tetapi juga warga luar daerah.

Seorang pengunjung, Kasmuji dari desa Tanggulharjo – Grobogan menuturkan datang ke desa Bonang bersama 9 orang anggota keluarganya, sejak Minggu sore. Ia rela menginap di Pasujudan Sunan Bonang, kemudian keesokan harinya ikut penjamasan Bendhe Becak. Kasmuji ingin mendapatkan air sisa penjamasan. Menurutnya, air sebatas untuk oleh – oleh. Sama sekali bukan bermaksud mencari berkah, karena rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *