Flash News
No posts found

Ulah Pemasok Trihex Kelabui Polisi, Begini Modusnya

Pil trihex yang diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang.

Pil trihex yang diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang.

Rembang – Polres Rembang kesulitan mengungkap identitas pelaku pemasok pil trihex, karena pelaku mempunyai banyak nama alias atau samaran.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang, AKP Bambang Sugito menjelaskan berdasarkan hasil penyelidikan, ada dua orang pemasok pil trihex, masing – masing dari Jawa Timur dan Salatiga. Pelaku belakangan diketahui namanya sering bergonti – ganti, sehingga menghambat pengejaran. 1 orang bahkan memiliki 3 nama samaran. Hanya saja bisa dipetakan untuk wilayah Kab. Rembang bagian timur, pemasoknya dari Jawa Timur. Sedangkan Rembang barat, diduga merupakan pangsa pasar jaringan Salatiga – Blora – Rembang.

Data itu terungkap, setelah Polres Rembang menangkap Moh. Fandol (18 tahun) warga Pandangan – Kragan, saat berada di desa Karas Kec. Sedan, belum lama ini. Dari tangannya ditemukan 180 butir pil Trihek. Setelah itu, polisi juga membekuk Puji Santoso alias Thengul (36 tahun), warga Blora ketika berada di pinggir jalur Pantura desa Tasikagung – Rembang. Puji kedapatan mengantongi 928 butir pil Trihex. Kedua tersangka dijerat Undang – Undang No. 35 tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya 14 tahun penjara.

AKP Bambang Sugito memastikan peredaran pil trihex ini sudah masuk ke sekolah – sekolah. Di Kec. Sale telah merambah satu sekolah, kemudian Rembang Kota teridentifikasi dua sekolah, semua setingkat SMA sederajat. Kebetulan pil jenis ini harganya relatif terjangkau. Satu tik isi 10 butir, dijual antara Rp 20 – 40 ribu. 10 butir tersebut dapat dipakai 3 orang, kecenderungan pelajar membeli dengan sistem patungan. Kalau baru permulaan membeli, biasanya diberi harga murah. Tapi begitu jadi pelanggan, harganya akan semakin mahal.

Lalu apa efeknya pil Trihek ? bagi pengguna akan merasakan seperti senang, lepas dari tegang dan malu. Kalangan remaja yang terjerumus, membuat mereka tambah percaya diri, namun tidak terkontrol. Trihex termasuk salah satu golongan obat keras, dalam jangka waktu lama, sangat berbahaya bagi kesehatan.

Melihat fenomena yang mengkhawatirkan ini, Polres sudah melakukan pendekatan kepada sekolah. Diharapkan mereka rutin menggelar razia tas siswa. Orang tua murid juga harus lebih peduli, agar anak – anaknya terhindar dari cengkraman obat keras. Kandungan Trihex memang berbeda dibandingkan Narkoba, tapi dampaknya tidak kalah menakutkan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *