Flash News
No posts found

Kegundahan Bakul Belanja Keliling, Mulai Terjawab

Paguyuban Bakul Belanja Keliling Rembang (PB2KR) mengikuti pelatihan di RM Nenek, pinggir Jl. Rembang – Blora, Rabu sore.

Paguyuban Bakul Belanja Keliling Rembang (PB2KR) mengikuti pelatihan di RM Nenek, pinggir Jl. Rembang – Blora, Rabu sore.

Rembang – Aktivitas bakul belanja keliling di Rembang, sebagian besar masih menggunakan sepeda onthel. Padahal banyak yang sudah berusia lanjut. Hal itu menjadi salah satu perhatian dari Paguyuban Bakul Belanja Keliling Rembang (PB2KR).

Linda Setyowati, koordinator PB2KR mengatakan awal pembentukan paguyuban karena dirinya prihatin melihat penderitaan bakul belanja keliling terjerat hutang rentenir. Setelah itu ia berupaya mencari donatur. Pemerintah sempat menolak, dengan alasan bakul keliling sifatnya pribadi. Belakangan PT Semen Indonesia berani menyalurkan pinjaman lunak. Maksimal pinjaman Rp 3 juta. Angsuran selama 1,5 tahun, sudah berjalan 11 bulan. Bunganya 0,5 % per bulan atau hanya Rp 5 ribu. Linda menimpali angsuran cukup lancar, sehingga belakangan para bakul meminta pada masa mendatang nilai pinjaman dinaikkan. Termasuk muncul usulan bakul keliling pengguna sepeda, bisa berganti sepeda motor. Sedangkan yang sudah naik motor berharap difasilitasi SIM gratis, gara – gara takut terjaring operasi polisi.

Ninik, seorang bakul keliling asal dusun Gundhi Kulon desa Kedungrejo – Rembang mengatakan suaminya menjadi korban pemecatan. Penghasilan dari berjualan keliling diandalkan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Ninik menganggap pinjaman lunak membantu menopang rutinitasnya. Apalagi ada kegiatan pelatihan rutin anggota paguyuban, sehingga ia bisa mengetahui cara memilih sayuran dan berjualan yang baik.

Sementara itu Kepala Seksi Bina Lingkungan PT Semen Indonesia, Abdul Manan menanggapi usulan pengadaan motor bagi pedagang Lansia akan dikaji. Namun untuk usulan pengadaan SIM gratis, pihaknya siap membantu. Nanti segera dikoordinasikan dengan Satuan Lalu Lintas Polres Rembang.

Abdul Manan juga berjanji batas maksimal pinjaman bagi bakul keliling akan dinaikkan. Menurutnya, komunitas bakul keliling di Rembang yang berjumlah 60 an orang ini potret menarik. Di daerah lain belum ada. Maka pihaknya konsisten mengawal, lantaran sektor tersebut sebenarnya merupakan salah satu penggerak ekonomi riil. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *