Flash News
No posts found

Mesin ATM Tak Kunjung Beroperasi, Begini Jawaban PD BPR BKK Lasem

Latmin, Direktur Umum PD BPR BKK Lasem. (gambar atas) suasana kantor PD BPR BKK Lasem (bprbkklasem.co.id).

Latmin, Direktur Umum PD BPR BKK Lasem. (gambar atas) suasana kantor PD BPR BKK Lasem (bprbkklasem.co.id).

Lasem – PD BPR BKK Lasem menyampaikan 4 unit mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang sampai bulan September 2016 ini belum beroperasi, karena terkendala izin dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Keempat mesin ATM tersebut berada di kantor pusat PD BPR BKK Lasem, Rembang Kota, Pamotan dan Kragan.

Direktur Umum PD BPR BKK Lasem, Latmin menjelaskan mesin ATM lazimnya memang harus ada dulu, setelah itu baru mengurus perizinan. Mana mungkin bisa diaduit, kalau barang belum siap. Ia mencontohkan salah satu item pengecekan oleh tim yakni audit tekhnologi informasi, guna mengetahui antara transaksi di mesin, sistem perbankan dan aplikasi ATM sesuai.

Latmin menambahkan proposal pengajuan layanan mesin ATM sudah diserahkan kepada Bank Indonesia tahun 2014 lalu. Seiring dengan perjalanan waktu, muncul aturan baru bahwa pengoperasian mesin ATM wajib mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PD BPR BKK Lasem akhirnya memilih mengajukan izin lagi pada bulan Februari 2016. Targetnya kalau semua lancar, bulan Oktober mendatang izin turun. Dengan mesin ATM, menurutnya PD BPR BKK Lasem akan meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan menjadi yang pertama di Jawa Tengah.

Terkait upaya dari pihak – pihak tertentu mempermasalahkan keberadaan mesin ATM belum beroperasi, bahkan konon kabarnya masuk ke aparat penegak hukum, Latmin, pria yang tinggal di desa Sale ini tak tahu apa motivasinya. Kalau disorot dari sisi pengadaan barang, mesin ATM bukanlah milik PD BPR BKK Lasem. Melainkan berstatus aset sewaan. Yang jelas, karena terbentur perizinan dan saat ini masih dalam proses.

Disinggung tentang kondisi nasabah, Latmin membeberkan jumlahnya mencapai 45 ribuan orang, dengan nilai simpanan dan deposito sampai periode bulan Agustus 2016 sebesar Rp 384 miliar. Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2015 lalu, naik sekira Rp 53 miliar. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *