Flash News
No posts found

Tragis, Seorang Pria Tewas Ditusuk Di Depan Anaknya

Suasana olah TKP di samping SD N Kedungringin Kec. Sedan. (gambar atas) tersangka pelaku, Syafi’i (tengah kaos biru) digelandang anggota Resmob Polres Rembang, Kamis siang.

Suasana olah TKP di samping SD N Kedungringin Kec. Sedan. (gambar atas) tersangka pelaku, Syafi’i (tengah kaos biru) digelandang anggota Resmob Polres Rembang, Kamis siang.

Sedan – Seorang warga di desa Kedungringin Kec. Sedan tewas di depan putrinya sendiri, Kamis (15 September 2016) sekira pukul 08.25 WIB. Kondisi tersebut sungguh mengenaskan, karena peristiwa penganiayaan itu tergolong sadis. Tersangka menggunakan tatah (alat pemahat kayu), untuk menghabisi nyawa korban.

Korban bernama Mahfud (35 tahun), warga RT 04 RW 01 dusun Robyong desa Kedungringin. Sedangkan tersangka pelaku adalah Syafi’i (23 tahun), masih tetangga sekampung dengan korban.

Semula korban Mahfudz mengajak main anaknya di jalan sebelah selatan SD N Kedungringin. Kebetulan sang isteri, Nurhidayah pergi belanja ke pasar Sedan, karena di rumah punya toko kecil – kecilan. Saat itu tersangka Syafi’i membawa pupuk kandang akan pergi ke sawah, berpapasan dengan korban. Keduanya sempat terlibat ketegangan, tapi tak berselang lama tersangka menusukkan tatah ke leher bagian kiri korban. Seketika Mahfudz jatuh tertelungkup. Darah segarpun mengucur deras. Tak jelas, kenapa tersangka sudah membawa tatah. Muncul dugaan dipersiapkan sebelumnya.

Melihat peristiwa itu, anak korban, Zahra langsung diselamatkan warga menjauh dari TKP. Anak korban yang lain, Putri Nurdiana (12 tahun) yang duduk di bangku kelas VI SD N, saat kejadian berlangsung masih berada di dalam kelas. Namun begitu suasana semakin ramai, siswapun berhamburan keluar kelas. Nurdiana juga sempat melihat ayahnya tergeletak tak berdaya. Guru kelas VI berinisiatif mengajak Putri Nurdiana pulang, supaya tidak bertambah trauma.

Kepala SD N Kedungringin Kec. Sedan, Tri Mulyanto menjelaskan guru tak ada yang mengetahui langsung penusukan. Hanya memang terdengar suara gaduh. Pasca kejadian, pihaknya fokus mengarahkan siswa masuk ke dalam kelas masing – masing. Proses pembelajaran tetap dilanjutkan.

Tri Mulyanto menambahkan hampir setengah jam korban tergeletak. Warga terpaksa menghentikan sepeda motor roda tiga, guna mengangkut korban menuju Puskesmas Sedan. Namun sampai sana, dipastikan sudah meninggal dunia.

Ketika jenazah Mahfudz tiba di rumah duka, jerit tangispun pecah. Isteri dan anak – anaknya tak kuasa menahan kepedihan. Apalagi almarhum merupakan tulang punggung keluarga. Selama ini Mahfudz bekerja sebagai nelayan dan kebetulan baru sehari pulang, usai melaut.

Kakak korban, Rondhi menyatakan menghilangkan nyawa, harus dibayar dengan nyawa. Menurutnya, sang adik tidak salah apa – apa. Dirinya sebatas mendengar, beberapa waktu lalu tersangka terlibat pertengkaran dalam sebuah pentas dangdut, sedangkan Mahfudz melerai perkelahian tersebut. Apakah hanya karena itu, tersangka tega menghabisi korban. Bagi Rondhi sangat tidak masuk akal.

Setelah sempat bersembunyi di lahan tegalan, akhirnya Kamis siang, tersangka pelaku mau menyerahkan diri kepada aparat kepolisian. Tampak belasan anggota Polres Rembang menginterogasi tersangka di Mapolsek Sedan.

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono mengungkapkan korban meninggal dunia, karena luka parah di bagian leher. Ada pula luka bekas sayatan di tangan kiri. Pihaknya akan mencermati sejumlah hal, diantaranya kenapa tersangka membawa tatah dan apa motivasi penusukan. Menurutnya penting, agar penyidik bisa menentukan jeratan pasal. Jika pasal penganiayaan mengakibatkan korban meninggal dunia, ancaman hukumannya 7 tahun penjara. Tapi kalau sudah muncul niat menghilangkan nyawa seseorang, ancaman hukuman akan lebih tinggi.

AKP Eko Adi Pramono menambahkan tatah untuk menusuk leher korban sudah diamankan sebagai barang bukti. Olah TKP awal sudah dijalankan, namun memungkinkan digelar olah TKP lagi. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *