Flash News
No posts found

Sering Terdiam, Polisi Ungkap Kejiwaan Tersangka Penusukan

Tersangka pelaku penusukan, Syafi’i (kaos biru) saat diamankan polisi.

Tersangka pelaku penusukan, Syafi’i (kaos biru) saat diamankan polisi.

Sedan – Polres Rembang merasa belum perlu melakukan pemeriksaan gangguan kejiwaan terhadap Syafi’i (23 tahun), warga desa Kedungringin Kec. Sedan. Syafi’i adalah tersangka penusukan dengan korban tewas tetangganya sendiri, Mahfudz (35 tahun). Penusukan berlangsung tragis dengan menggunakan tatah, di depan anak korban yang baru berumur 3 tahun.

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono mengatakan tersangka pelaku masih bisa berkomunikasi dengan lancar. Sejak diamankan Kamis siang lalu, belum ada tanda – tanda depresi atau bahkan mengalami gangguan jiwa. Maka penyidik tak perlu mendatangkan psikiater.

AKP Eko Adi Pramono membenarkan tersangka ketika ditanya memang sering terdiam. Disinggung kenapa nekat menghabisi nyawa korban, juga enggan berterus terang. Tapi polisi tak mengejar pengakuan. Kalaupun tersangka berbohong juga tidak masalah. Nanti penyidik tinggal mencocokkan antara keterangan saksi dengan temuan barang bukti, sehingga tersangka sulit untuk mengelak lagi.

Sementara itu, beberapa warga di sekitar lokasi kejadian mengaku heran terhadap kenekatan tersangka. Alasannya, aksi penusukan dilakukan saat korban mengasuh putrinya. Kalau orang pada umumnya, mungkin akan berpikir ulang jika harus menghabisi nyawa musuhnya, begitu melihat anak korban. Rasa tidak tega menjadi bahan pertimbangan, sehingga tersangka cenderung mencari kesempatan pada lain waktu.

Hal itu yang menuai tanda tanya mengenai kondisi psikologis tersangka. Apalagi pemicunya diduga sebatas karena dendam, ketika tersangka yang terlibat perkelahian dalam arena pentas dangdut dilerai oleh korban, beberapa waktu lalu. Warga juga mensinyalir ada penyebab lain, membuat tersangka menyimpan dendam luar biasa. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *