Flash News
No posts found

Ditawari Air Laut Jadi Air Tawar, Ada Alasan Kuat Pemkab Belum Tertarik

Laut Rembang diwacanakan untuk mengatasi kesulitan air bersih.

Laut Rembang diwacanakan untuk mengatasi kesulitan air bersih.

Rembang – Tawaran dari investor untuk mengolah air laut menjadi air tawar, belum membuat Pemkab Rembang tertarik menerima, karena pertimbangan tingginya harga air.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan sebenarnya potensi pesisir pantai di Kab. Rembang sepanjang 60 an kilo meter, tersedia air sangat berlimpah.

Kebetulan baru – baru ini pihaknya mendapatkan paparan dari investor yang bergerak di bidang pengolahan air laut. Mereka menyampaikan tentang tekhnis pemrosesan air laut menjadi air tawar, ternyata juga mempunyai kelebihan mampu menghasilkan garam. Namun setelah jadi air tawar, ternyata harganya jauh lebih tinggi, dibandingkan tarif air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Diprediksi masyarakat akan keberatan, sehingga kemungkinan tidak akan efektif. Namun jika warga kelak siap, Pemkab akan menjembatani.

Abdul Hafidz menambahkan sementara pihaknya masih mengandalkan upaya peningkatan kapasitas air dari Sumber Semen Zakinah Sale yang dikelola PDAM. Sumber air masih bisa dieksplorasi 240 liter per detik, sedangkan sekarang baru disedot 90 liter per detik. Jika rencana itu bisa terealisasi, pelayanan bagi pelanggan akan jauh lebih baik. Hanya saja perlu menambah jalur pipa lagi dan membutuhkan anggaran sangat besar. Meski pengajuan ke pusat belum ada jawaban, tapi Kementerian Pekerjaan Umum tanggapannya positif. Kebetulan pejabat yang menangani pernah bertugas sebagai pengawas pembangunan Embung Lodan Kec. Sarang, sehingga tahu persis masalah kesulitan air di Kab. Rembang.

Sementara itu, Suwarno seorang warga desa Tasikagung – Rembang berpendapat penyulingan air laut menjadi air tawar memang harus dikaji secara menyeluruh. Bukan hanya soal harga air yang terlalu mahal, tapi juga mempertimbangkan faktor kualitas dan kesinambungan, mengingat perawatan piranti pengolahan juga cukup rumit. Ia pernah melihat langsung mesin penyulingan air laut yang diujicobakan di pinggir pantai Tasikagung dan Punjulharjo – Rembang. Nyatanya berjalan sebentar dan sekarang sudah tidak berfungsi optimal. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *