Flash News
No posts found

“Ditodong” Warga, Bupati Dan Wabup Tak Kuasa Menolak

Bupati Rembang, Abdul Hafidz naik kuda di sela – sela pesta sedekah bumi dan pameran agrikultur di lapangan desa Ngadem Kec. Rembang, Minggu sore.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz naik kuda di sela – sela pesta sedekah bumi dan pameran agrikultur di lapangan desa Ngadem Kec. Rembang, Minggu sore.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz berjanji akan memberikan perhatian khusus terhadap fenomena budidaya ternak cacing yang mulai menggeliat di tengah masyarakat. Ada beberapa warga kini mencoba ternak cacing, seperti di desa Sendangcoyo Kec. Lasem, desa Langkir Kec. Pancur dan desa Dadapan Kec. Sedan.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat mengunjungi pesta sedekah bumi dan pameran agrikultur di lapangan desa Ngadem – Rembang, Minggu sore (18/09) mengatakan dirinya sempat mampir ke stand ternak cacing. Bupati menilai sektor tersebut bisa terus dikembangkan, terutama bagi masyarakat di pelosok pedesaan. Modalnya kecil, tapi mampu menghasilkan pendapatan lumayan. Maka Pemkab Rembang siap merancang anggaran, untuk pelatihan maupun fasilitasi ternak cacing.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Abdul Hafidz dan Wakil Bupati, Bayu Andriyanto didaulat masyarakat untuk naik kuda, sebelum lomba pacuan kuda di lapangan desa Ngadem berlangsung, sebagai puncak perayaan sedekah bumi.
Abdul Hafidz sambil tertawa mengaku naik kuda ibarat seperti pengantin baru, rasanya takut – takut senang. Ia mengingatkan lomba pacuan kuda belum memiliki standar keamanan yang jelas. Mulai dari keselamatan joki penunggang kuda maupun penonton. Maka aparat keamanan harus ikut memantau dan panitia sigap mencegah kemungkinan terburuk.

Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto mengatakan tak kuasa menolak, saat diminta menunggang kuda. Niatnya sebatas ingin turut menyemarakkan saja.

Sementara itu Rasdadik, ketua panitia festival agrikultur di desa Ngadem menyebutkan khusus ternak cacing, sudah diadakan pelatihan gratis. Pihaknya menggandeng peternak sapi dan kambing, karena budidaya cacing, banyak membutuhkan media kotoran ternak, sehingga bisa saling menunjang. Mengenai pemasaran, warga tak perlu khawatir. Banyak perusahaan obat, pupuk dan kecantikan yang membutuhkan. Para penampung biasanya akan langsung datang mengambil hasil panenan.

Sedangkan untuk pacuan kuda, Rasdadik mengungkapkan sepanjang lomba, panitia tak henti – hentinya menyerukan himbauan melalui alat pengeras suara. Tujuannya, joki memahami medan lapangan. Manakala terjatuh, panitia juga telah menyiagakan tim kesehatan. Begitu pula penonton, diarahkan tetap menjaga jarak aman dengan area pacuan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *