Flash News
No posts found

Memprihatinkan, Dua Penyakit Ini Semakin Sering Ditemukan Mata Hati

Relawan Mata Hati. Kelompok tersebut mencermati akhir – akhir ini semakin sering ditemukan penderita tumor payudara dan kanker rahim.

Relawan Mata Hati. Kelompok tersebut mencermati akhir – akhir ini semakin sering ditemukan penderita tumor payudara dan kanker rahim.

Rembang – Kaum wanita di Kab. Rembang mesti lebih mewaspadai penyakit tumor payudara dan kanker rahim. Akhir – akhir ini, kedua jenis penyakit berbahaya tersebut sering ditemukan oleh relawan Mata Hati, sebuah yayasan yang aktif di bidang kesehatan dan pendampingan pasien.

Koordinator relawan Mata Hati, Bambang Utomo, Senin siang (19 September 2016) mengatakan hampir setiap pekan pihaknya menerima informasi mengenai penderita tumor payudara dan kanker rahim. Mayoritas terlambat dideteksi, sehingga butuh penanganan intensif.

Ia mencontohkan penderita tumor payudara harus menjalani proses kemoterapi. Sekali kemo, paling rendah membayar Rp 6 juta. Tapi sekarang melalui program BPJS Kesehatan, rumah sakit yang telah ditunjuk seperti RSI Sultan Agung dan RS Karyadi Semarang sudah menggratiskan biaya kemoterapi.

Baginya yang paling memprihatinkan adalah pelayanan pasien kanker rahim dan berbagai penyakit kandungan. Semua tertumpu pada RS Karyadi Semarang. Semisal hari ini mendaftar, rata – rata sebulan kemudian baru bisa menjalani rawat inap. Kalau kondisi pasien sudah memburuk, rawan meninggal dunia sebelum dirawat. Ia memohon kepada pemerintah menambah jumlah rumah sakit rujukan, khusus bagi pasien penyakit kandungan.

Pria warga desa Sumurpule Kec. Kragan ini berharap kedepan bidan – bidan desa juga aktif menyosialisasikan kepada masyarakat, mengenai gejala dari tumor payudara dan kanker rahim. Apabila lekas mengetahui gejalanya, paling tidak akan mempercepat penanganan medis.
Kebetulan Yayasan Mata Hati masih belum kehabisan donatur yang siap membantu. Biasanya kalau ada pasien keluarga tidak mampu, cenderung menolak berobat, dengan pertimbangan ketiadaan ongkos transportasi dan akomodasi. Pada bagian itulah, Mata Hati turun tangan mencarikan biaya dari dermawan. Selain biaya transport, kalau ada kelebihan uang, diserahkan kepada pasien yang bersangkutan.

Bambang Utomo, pria berusia 56 tahun tersebut membenarkan sangat banyak warga Kab. Rembang yang terus berjuang dari belenggu penyakit dan butuh uluran tangan.
Menurutnya, jangan sebatas mengandalkan pemerintah, tapi masyarakat juga bisa menjadi kekuatan besar, manakala mau bergerak bersama – sama. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *