Flash News
No posts found

Sidak Pabrik, DPRD Kecewa Berat

Komisi A DPRD Rembang menggelar Sidak pengolahan limbah di pabrik Indo Seafood desa Banyudono Kec. Kaliori, Senin pagi.

Komisi A DPRD Rembang menggelar Sidak pengolahan limbah di pabrik Indo Seafood desa Banyudono Kec. Kaliori, Senin pagi.

Kaliori – Komisi A DPRD Rembang kecewa berat saat menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke pabrik pengolahan ikan Indo Seafood desa Banyudono Kec. Kaliori, Senin pagi (19 September 2016).
Kekecewaan itu muncul, lantaran pihak pabrik dianggap tidak serius membuat instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang layak.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Rembang, Sukarmain menjelaskan saat pihaknya datang mengecek, baunya sangat menyengat. Air limbah yang digelontorkan ke laut diduga tidak melewati proses pengolahan semestinya, sehingga menimbulkan air pinggir pantai berubah warna menjadi hitam pekat. Maka DPRD berencana memanggil pimpinan pabrik kelas ekspor tersebut. Yang penting mereka siap membuat IPAL standar, minimal sama seperti milik PT Holi Mina Jaya dan Bintang Karya Laut (BKL) di Kec. Sluke. Ketika ditemui oleh perwakilan pabrik, yang bersangkutan berjanji akan menyampaikan keluhan DPRD kepada pimpinan perusahaan.

Politisi PAN asal desa Seren Kec. Sulang ini menyatakan pabrik – pabrik pengolahan ikan di Kec. Kaliori sudah berulang kali diperingatkan, karena pencemaran limbah. Kalau ternyata sekarang masih membandel, ia mendesak pihak – pihak terkait dari Pemkab mengambil langkah lebih tegas. Upaya lain, berupa penutupan sementara atau diproses hukum bisa menjadi semacam efek jera, agar pabrik tak seenaknya menyepelekan. Jika dibiarkan, masyarakat pesisir yang akan terkena imbas buruknya.

Sebelumnya, Kepala Desa Banyudono Kec. Kaliori, Muhammad Toha menuturkan pemerintah desa sudah melakukan pendekatan kepada manajemen pabrik, agar mematuhi pengolahan limbah sesuai standar. Bahkan tanah desa disediakan cuma – cuma, untuk bak penampungan limbah secara terpusat. Sejumlah pabrik bisa patungan dana, mengenai pengelolaan limbah tiap hari, desa siap dilibatkan. Tapi kenyataannya sampai sekarang, usulan itu belum mendapatkan tanggapan positif. Diduga pabrik enggan mengeluarkan dana besar. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *