Flash News
No posts found

Berkat Keuletan Dan Suntikan Pinjaman, Dusun Ini Punya Julukan Baru

Anggota kelompok tani ternak Mekar Jaya dusun Pentil menimbang bobot ternak sapi dan memberikan pakan, Selasa siang.

Anggota kelompok tani ternak Mekar Jaya dusun Pentil menimbang bobot ternak sapi dan memberikan pakan, Selasa siang.

Kaliori – Dusun ini sekarang mempunyai julukan baru, yakni sebagai pusat penggemukan sapi. Berkat keuletan warganya, kini mereka mulai mengandalkan sektor tersebut untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Nah…dusun itu adalah dusun Pentil desa Gunungsari Kec. Kaliori. Lokasinya berjarak sekira 7 kilo meter dari pusat kota Rembang.

Peternakan sapi di dusun Pentil semula dikelola secara tradisional. Seperti warga pedesaan pada umumnya, hampir setiap rumah mempunyai ternak sapi. Rata – rata yang dirawat sapi betina, agar semakin berkembang. Namun begitu terbentuknya Kelompok Tani Ternak Mekar Jaya, lambat laun masyarakat mulai mengerti bagaimana cara penggemukan sapi yang efektif dan cepat menghasilkan untung.

Ketua Kelompok Tani Ternak Mekar Jaya dusun Pentil, Syahid mengatakan semula ada 22 orang menjadi anggota kelompok. Setelah mengetahui penggemukan sapi cukup menjanjikan, sekarang sudah 52 orang warga ikut bergabung, dengan jumlah ternak sapi yang digemukkan mencapai 150 an ekor. Jenisnya paling banyak Cimental, Limousin dan Brahmus. Tapi tidak melulu sapi jantan, sebagian juga betina untuk menjaga stok peranakan.

Syahid menambahkan kendala yang dihadapi belakangan ini adalah kesulitan mencari bakalan untuk digemukkan, karena populasinya kian menurun. Selain itu, keterbatasan modal menjadi hambatan klasik. Kebetulan pihaknya mendapatkan bantuan pinjaman lunak dari PT Semen Indonesia, dibagikan ke 17 anggota kelompok. Per orang menerima pinjaman rata – rata Rp 40 juta, dengan bunga sangat ringan. Uang pinjaman dibelikan ternak sapi. Setelah bobot sapi minimal 5 kwintal, baru dijual.
Sapi ditaksir harga tiap Kg Rp 43 ribu. Artinya bobot 5 kwintal, laku Rp 21.500.000. Setiap ekor, pemilik meraup untung Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta, tergantung harga. Seingatnya, harga tertinggi pernah menembus Rp 35 juta.

Seorang peternak penggemukan sapi di dusun Pentil, Surat mengaku bersyukur berkat pinjaman lunak sapinya kian bertambah. Dari dua ekor, kemudian menjadi 9 ekor. Surat yang juga mantan Kepala Desa ini berharap suntikan pinjaman lunak diperluas dan dinaikkan nominalnya.

Menyangkut pakan, Kelompok Tani Ternak Mekar Jaya tak pernah khawatir, meski daerahnya tergolong daerah kering. Mereka bekerja sama dengan seorang pedagang sapi terkenal di Jekenan – Pati, guna menjamin pasokan pakan konsentrat.

Kerja keras kelompok juga membuahkan setumpuk penghargaan. Tiap ada kontes ternak sapi tingkat kabupaten dan provinsi, sering menjadi langganan juara. Kedepan, kelompok ini ingin lebih mengembangkan potensi kotoran sapi, menjadi bio gas, untuk bahan bakar memasak serta menghasilkan arus listrik. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *