Flash News
No posts found

Kasus Wartawan vs PLTU, Bupati Turut Disentil Kapolda

Salah satu bunyi poster tuntutan wartawan, menentang intimidasi yang diduga dilakukan pegawai PLTU Sluke.

Salah satu bunyi poster tuntutan wartawan, menentang intimidasi yang diduga dilakukan pegawai PLTU Sluke.

Rembang – Kasus dugaan intimidasi terhadap wartawan oleh oknum karyawan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke, ternyata juga menjadi salah satu perhatian Bupati Rembang, Abdul Hafidz. Kasus itu sendiri masih ditangani Polres.

Dalam sebuah kesempatan ketemu dengan kalangan wartawan di Kab. Rembang, Hafidz berharap kalau bisa wartawan mau menahan diri. Semenjak wartawan menempuh jalur hukum, ia menerima laporan banyak pekerjaan di PLTU terancam terbengkalai, karena sejumlah karyawan dan pimpinan PLTU harus memenuhi panggilan penyidik Polres. Menurutnya, kondisi semacam itu berbahaya, mengingat tugas utama PLTU sebagai pemasok listrik.

Bupati menyatakan ketika bertemu dengan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Chondro Kirono, sempat diminta agar dirinya membantu memediasi antara wartawan dengan PLTU. Ia menjawab siap, supaya mendapatkan kesepakatan terbaik. Namun Hafidz menegaskan bukan berarti ingin mengintervensi wartawan. Niatnya semata – mata demi menjaga kondusivitas.

Ketua Lembaga Advokasi Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, Zainal Abidin Petir meminta wartawan jangan mundur sejengkalpun, karena dalam posisi benar. Siapapun tidak berhak menghalangi apalagi sampai mengancam mengeroyok, saat wartawan bertugas meliput. Semua sudah diatur dalam Undang – Undang Pers. Menurutnya dari kronologis peristiwa di sekitar ruangan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit dr. R Soetrasno Rembang, unsur – unsur pidananya telah terpenuhi. Kalau memang penyidik perlu tambahan keterangan, wartawan harus siap menjelaskan sesuai fakta. Termasuk jika kelak kasusnya mulai bergulir ke ranah persidangan di Pengadilan.

Zainal Abidin Petir mempertanyakan kenapa Polres Rembang terkesan lamban menangani proses tersebut. Laporan disampaikan sejak tanggal 19 Agustus 2016 lalu. Saksi pelapor dan terlapor, sebagian besar sudah menjalani pemeriksaan. Sebulan berlalu, namun sampai hari Selasa (20 September 2016) belum menetapkan seorangpun tersangka.

General Manager PLTU Sluke, Yudi Bhagaskara beberapa waktu lalu menyampaikan peristiwa intimidasi terhadap wartawan bukan diskenario, tapi aksi spontanitas karyawan yang merasa tidak rela apabila 4 korban kecelakaan kerja diambil gambarnya. Begitu tahu ada bawahannya merampas HP milik Wisnu Aji, wartawan Radar Kudus Jawa Pos, Yudi mengklaim berinisiatif mengembalikan, sekaligus meminta maaf.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono saat dikonfirmasi wartawan menanggapi ada seorang saksi terlapor berinisial SR harus dikorek keterangannya lagi, tapi kebetulan yang bersangkutan mendapatkan tugas ke Jakarta cukup lama. Pihaknya mengagendakan pemanggilan ulang pada bulan Oktober mendatang. SR kala itu diduga merampas HP milik wartawan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *