Flash News
No posts found

Mobilisasi Warga, Desa Hadapi Kendala

Perekaman data pemohon KTP elektronik di Rembang.

Perekaman data pemohon KTP elektronik di Rembang.

Rembang – Desa – desa terus memobilisasi masyarakatnya segera merekam data untuk pembuatan KTP elektronik, meski batas waktu yang semula dijadwalkan berakhir tanggal 30 September diundur sampai dengan pertengahan tahun 2017 mendatang.

Budi Utomo, Kepala Desa Bulu Kec. Bulu, Selasa (20/09) menuturkan dari 800 orang wajib KTP di desanya, lebih dari 100 orang belum merekam data. Hal itu disebabkan karena warga sudah berusia lanjut dan banyak pula yang masih merantau keluar daerah. Pihak desa sebatas mengingatkan bahwa KTP elektronik sangat penting, untuk menunjang berbagai keperluan. Bahkan mau pinjam uang ke bankpun, wajib menyertakan KTP elektonik. Nantinya KTP lama atau reguler tidak diberlakukan lagi. Sementara yang merantau, cukup sulit mendorong mereka lekas pulang. Namun perangkat desa sudah titip pesan kepada keluarga, agar disampaikan yang bersangkutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kab. Rembang, Moch. Daenuri membenarkan masih ada lembaga yang memberlakukan KTP lama, sehingga warga belum tergerak untuk membuat KTP elektronik. Diharapkan semua institusi pemerintah maupun swasta kompak menggunakan e – KTP.

Ketika ditanya apakah boleh warga Kab. Rembang di luar daerah mengurus KTP elektronik di perantauan, Daenuri menyebutkan selama belum pernah rekaman data, tetap bisa. Tapi jika sudah pernah merekam data, akan doble data, sehingga sistem otomatis akan menolak. Lagipula daerah setempat pasti lebih memprioritaskan pelayanan untuk warganya sendiri dulu. Maka ia menghimbau warga Kab. Rembang di luar daerah balik kampung saja, guna merekam dan mencetak KTP elektronik di sini.

Apabila mengacu data di Dindukcapil Kab. Rembang, terdapat sekira 30 ribuan warga Kab. Rembang belum merekam data. Proses saat ini masih terus berlangsung. Untuk mengurangi suasana berjubel di kantor Dindukcapil Jl. Pemuda Rembang, masyarakat pemohon yang tidak terlalu mendesak membutuhkan e – KTP, lebih baik mengurus ke kecamatan saja. Kelak kalau KTP elektronik sudah jadi, akan diantar oleh petugas Dindukcapil ke masing – masing kecamatan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *