Flash News
No posts found

Kenapa Potensi Konflik Pilkades Tinggi, Polisi Ungkap Alasannya

Pendukung calon Kades sebuah desa di Kab. Rembang memasang gambar jagoannya, saat Pilkades beberapa tahun lalu. Pilkades serentak tahun ini diprediksi potensi konfliknya tinggi.

Pendukung calon Kades sebuah desa di Kab. Rembang memasang gambar jagoannya, saat Pilkades beberapa tahun lalu. Pilkades serentak tahun ini diprediksi potensi konfliknya tinggi.

Rembang – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak memiliki potensi kerawanan sangat tinggi.

Kapolres Rembang, AKBP Sugiarto mengatakan masalah tersebut, dalam kegiatan sarasehan lintas sektoral di Pendopo Museum Kartini, Kamis pagi (22 September 2016). Kapolres beralasan sering kali antara calon dan pendukung calon Kades tinggal berdekatan, bahkan terkadang mempunyai hubungan kekerabatan. Ikatan emosionalnya tinggi, sehingga kalau ada masalah, mudah meletup. Berbeda dengan pemilihan Bupati, Gubernur hingga Presiden, fanatisme dukungan tidak seberat Pilkades. Menurutnya, polisi memerlukan sokongan banyak pihak, seperti dari TNI, Linmas dan masyarakat.

Komandan Kodim Rembang, Letkol Darmawan Setyadi menegaskan pihaknya siap membantu kepolisian dalam mengamankan Pilkades serentak di 40 an desa. Ia membeberkan jumlah penduduk se Kab. Rembang 600 ribuan orang. Berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan, 1 polisi mengamankan 100 orang warga. Artinya, butuh 6 ribuan personel. Padahal jumlah aparat polisi tak sampai sebanyak itu,
sehingga anggota TNI wajib membackup. Tujuannya demi menjaga situasi tetap terkendali, manakala terjadi kerusuhan bentrok antar pendukung calon yang merasa tidak terima.

Sementara itu Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan pasca putusan Mahkamah Konstitusi tentang calon Kades bisa berasal dari luar desa, paling cepat Pilkades serentak berlangsung akhir bulan November mendatang. Ia membenarkan lahirnya Undang – Undang Desa, membuat desa jadi fokus perhatian. Maka jabatan Kades dianggap lebih menarik minat warga.

Abdul Hafidz menambahkan peran tokoh agama dan tokoh masyarakat penting turut menjaga ketentraman wilayah. Khusus kandidat calon, baginya Pilkades merupakan ajang berlatih demokrasi secara sehat. Karena sesama calon juga tinggal sekampung, akan lebih baik mampu menahan diri dan tidak berlebihan mengumbar aroma persaingan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *