Flash News
No posts found

Soal Tenaga Kerja Eksplorasi Migas, Bupati Beri Seruan Khusus

Bupati Rembang, Abdul Hafidz berkoordinasi dengan Kapolres, AKBP Sugiarto. Bupati menyebutkan eksplorasi Migas di Kec. Sumber wajib mengutamakan tenaga kerja lokal.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz berkoordinasi dengan Kapolres, AKBP Sugiarto. Bupati menyebutkan eksplorasi Migas di Kec. Sumber wajib mengutamakan tenaga kerja lokal.

Sumber – Proyek eksplorasi Migas di sebelah selatan desa Krikilan Kec. Sumber diperkirakan akan menyedot tenaga kerja 170 orang. Perhitungannya, 30 % tenaga ahli dan 70 % tenaga non skill atau biasa disebut pekerja kasar. Bupati Rembang, Abdul Hafidz meminta Pertamina agar tenaga non skill, 100 % berasal dari Kab. Rembang.

Hafidz menjelaskan pihaknya sudah menerima pemaparan dari Pertamina, dalam hal ini PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting II selaku pengelola. Dalam kesempatan tersebut, ia tak akan mengintervensi keterlibatan tenaga ahli. Namun khusus pekerja kasar yang jumlahnya memang sangat banyak, tenaga kerja lokal harus diprioritaskan.

Disinggung perizinan, Bupati memastikan Pemkab Rembang sudah mengeluarkan izin lokasi. Bulan Oktober mendatang, alat – alat berat akan mulai berdatangan. Pertamina diarahkan berkoordinasi dengan kepolisian, guna pengamanan jalur. Nantinya dilanjutkan pula dengan sosialisasi analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Ia pribadi belum mengetahui berapa besar kandungan gas di dalam bumi desa Krikilan.

Yang jelas daerah tidak mendapatkan pemasukan langsung atas kegiatan eksplorasi tersebut, karena sektor pertambangan bukan lagi kewenangan kabupaten. Hanya saja daerah penghasil biasanya berhak memperoleh pembagian pajak lebih besar dari pemerintah pusat, seperti halnya Kab. Blora, yang terkenal banyak mempunyai kandungan minyak bumi.

Sementara itu, anggota DPRD Rembang dari daerah pemilihan Sumber – Kaliori, Yudhianto mengungkapkan keterbukaan Amdal merupakan bagian penting. Sisi positif dan negatif harus dibuka segamblang – gamblangya kepada masyarakat. Jangan sampai ada yang ditutupi, mengingat eksplorasi Migas juga memiliki resiko tinggi. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *