Flash News
No posts found

Muatan Tembakau Over Kapasitas, Jadi Perhatian Polisi

Muatan tembakau berjatuhan di pinggir jalan desa Kemadu Kec. Sulang, gara – gara colt pick up melebihi kapasitas, belum lama ini.

Muatan tembakau berjatuhan di pinggir jalan desa Kemadu Kec. Sulang, gara – gara colt pick up melebihi kapasitas, belum lama ini.

Rembang – Satuan Lalu Lintas Polres Rembang menghimbau pengemudi mobil bak terbuka pengangkut hasil panenan tembakau, jangan terlalu berlebihan membawa muatan saat akan menuju gudang penampungan di pinggir jalan Rembang – Blora, desa Kemadu Kec. Sulang.

Akhir – akhir ini, pihak kepolisian sering menjumpai kendaraan bak terbuka memuat tembakau sangat tinggi, melebihi kapasitas aturan yang telah ditentukan. Akibatnya, kendaraan rawan terguling dan membahayakan keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lainnya.

Kaur Binops Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Iptu Rohmat, Sabtu siang (24 September 2016) menuturkan seiring menggeliatnya sektor tembakau di Kab. Rembang, tiap kali masa panen, iring – iringan kendaraan bak terbuka yang melintas di Jl. Rembang – Blora kian ramai. Ia berharap sopir jangan hanya mengejar penghasilan, tapi juga harus tetap mempertimbangkan faktor keselamatan. Dalam buku uji, biasanya ada ketentuan batas bobot maksimal. Apabila melanggar, polisi akan menindak. Semata – mata demi menekan angka kecelakaan. Untuk sementara pihaknya lebih banyak memberikan peringatan.

Seorang petani tembakau di dusun Mlayang desa Ringin Kec. Pamotan, Suwandi menjelaskan pengangkutan hasil panen tembakau rata – rata secara bersamaan, dikoordinir setiap kelompok. Per bal tembakau, dirinya membayar ongkos Rp 15 ribu.

Sopir cenderung menolak kalau jumlah muatan sedikit. Mereka tetap memenuhi bak belakang, supaya pendapatan sebanding dengan biaya membeli bahan bakar dan menunggu lamanya antrean di gudang PT Sadana Arif Nusa, selaku perusahaan mitra petani. Contohnya, colt pick up diisi sampai 30 bal tembakau. Semua tergantung perhitungan sopir, karena mereka tentu tak mau rugi.

Suwandi menambahkan sejauh pengalamannya membawa tembakau ke gudang, tidak sampai mengalami kecelakaan. Menurutnya, dengan muatan banyak, sudah pasti kendaraan berjalan pelan. Ia sebatas mengingatkan kepada pengemudi untuk selalu waspada. Apalagi jarak antara Pamotan ke Sulang, tergolong lumayan jauh, sekira 20 an kilo meter. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *