Flash News
No posts found

Petinju Rembang Terima Kado Spesial, Langsung Dibebani Target

Petinju muda Rembang. (gambar atas) dua petinju berlaga sekaligus “nganyari” ring tinju di depan Stadion Krida, Jum’at malam.

Petinju muda Rembang. (gambar atas) dua petinju berlaga sekaligus “nganyari” ring tinju di depan Stadion Krida, Jum’at malam.

Rembang – Kab. Rembang kini mempunyai sasana ring tinju, yang menghabiskan dana Rp 180 juta dari anggaran daerah.

Saat peresmian sasana ring tinju yang berada di komplek Stadion Krida Rembang, Jum’at malam (23/09), Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kab. Rembang, Heri Susetyo membeberkan ada dua CV yang mengerjakan sasana ring tinju tersebut. Bangunan ditangani CV Satria Wijaya senilai Rp 72,5 juta, sedangkan khusus ring tinju dikerjakan CV Satria Martial Art dengan besaran dana Rp 107.500.000.

Heri mengungkapkan dulu ketika Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah di Banyumas tahun 2013, atlet tinju Kab. Rembang hanya menyumbangkan 1 medali perunggu, tapi kala itu belum mempunyai ring. Namun sekarang ring sudah siap, sehingga diharapkan atlet semakin bersemangat dan mampu menyumbangkan medali lebih banyak dalam Porprov tahun 2018 mendatang di Tegal.

Sementara itu, Ketua KONI Kab. Rembang, Soetardjo meresmikan ring tinju dengan ditandai pemukulan gong. Soetardjo yang juga Direktur PD BPR BKK Lasem itu berjanji melengkapi sarana lain, agar keberadaan ring tinju lebih efektif. Ia mempersilahkan masyarakat umum ikut menggunakan, nantinya bisa diatur oleh pengurus Pertina. KONI menargetkan cabang olahraga tinju minimal mampu menyumbangkan 1 medali emas, dalam ajang PORPROV.

Sri Dwi Ernawati, petinju perempuan asal desa Kunir Kec. Sulang mengaku lega Rembang sudah mempunyai ring tinju sendiri. Selama ini tiap kali berlatih, ia memanfaatkan lahan kosong di dalam Stadion Krida, dengan batasan garis seadanya. Siswi SMA N Sulang tersebut menganggap target medali emas di PORPROV memang berat, karena sejumlah daerah di Jawa Tengah perkembangan tinjunya jauh lebih maju. Meski demikian, atlet seperti dirinya tak mau menyerah begitu saja. Ring yang sudah ada akan dioptimalkan, dengan latihan sebanyak 3 kali tiap pekan, yakni hari Senin, Rabu dan Jum’at.

Dwi Ernawati menganggap bibit – bibit muda petinju di Kab. Rembang sebenarnya sangat banyak. Begitu ada ring, mereka kemungkianan akan bermunculan ikut menekuni cabang tinju, yang identik sebagai salah satu olahraga keras.

Diakhir peresmian ring, pengurus cabang Pertina Kab. Rembang mempertontokan dua partai eksibisi tinju, yang menampilkan 2 atlet perempuan dan 2 atlet laki – laki, semua masih berstatus pelajar SMA sederajat. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *