Flash News
No posts found

Sangat Menjanjikan, Pemilik Warung Di Dalam Proyek Pabrik Semen Punya Angan – Angan

Deretan warung makan di dalam lokasi proyek pabrik semen. Pemilik warung berharap masih tetap diberdayakan, ketika pabrik beroperasi.

Deretan warung makan di dalam lokasi proyek pabrik semen. Pemilik warung berharap masih tetap diberdayakan, ketika pabrik beroperasi.

Gunem – Para pemilik warung makan di dalam lokasi proyek pabrik semen, tengah hutan perbatasan Kec. Bulu dengan Kec. Gunem mendesak tetap diperbolehkan berjualan, apabila kelak pabrik semen sudah beroperasi.

Sri Wahyuni, salah satu pemilik warung mengungkapkan pihaknya mempekerjakan 4 orang wanita, untuk membantu berjualan. Wanita dari desa Tegaldowo Kec. Gunem ini mengaku sempat pernah berjualan di kampungnya, rata – rata per hari meraup penghasilan kotor Rp 300 – 400 ribu. Namun setelah berjualan di dalam kawasan pabrik semen, penghasilan kotor kuat menembus Rp 4 juta per hari. Sri ingin meski kelak pabrik memproduksi semen, tetap diperbolehkan berjualan di area tersebut. Baginya berjualan di pabrik semen sangat menjanjikan dan menjadi sumber penghasilan untuk menopang kebutuhan keluarga.

Hal senada diungkapkan Ramewati, pemilik warung warga desa Pasucen Kec. Gunem. Ia berjualan di dekat proyek pabrik semen sejak kali pertama pemerataan lahan. Biasanya buka dari pukul 07.00 pagi sampai dengan 17.00 WIB. Hampir dua tahun berjalan, menurutnya hasil membuka warung sangat diandalkan. Dalam sehari, rata – rata mendapatkan penghasilan bersih Rp 400 ribuan. Ramewati belum tahu pasti, apakah dirinya masih boleh berjualan atau tidak, jika pabrik beroperasi. Harapannya juga diberi jatah tempat khusus.

Di dalam lokasi pabrik semen saat ini, pelaksana proyek menata warung – warung pedagang di lahan sisi utara. Setidaknya ada 15 orang pedagang lebih, mayoritas warga dari desa – desa di ring 1 pabrik semen.

Baghya Mulyanta, Asisten Deputi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat berkunjung ke pabrik semen di Kab. Rembang, baru – baru ini menyampaikan kebijakan menampung pedagang diserahkan kepada perusahaan. Tapi pada prinsipnya siap memberdayakan warga lokal. Bahkan pedagang akan dibina untuk menyediakan makanan yang higienis. Bagaimanapun keberadaan warung juga bermanfaat untuk pekerja.

Jika mengacu pabrik semen di Tuban – Jawa Timur, warung makan semacam itu biasanya dipusatkan di lahan luar pabrik. Sedangkan pabrik semen di Kab. Rembang, baru akan memasuki tahap uji coba akhir tahun 2016 ini. (MJ ā€“ 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *