Flash News
No posts found

Sidak Lokasi Calon Eksplorasi Migas, Anggota DPRD Merasa Ada Yang Janggal

Anggota DPRD Rembang, Yudhianto, Jum’at siang mendatangi lokasi lahan di desa Krikilan Kec. Sumber yang akan digunakan untuk eksplorasi Migas.

Anggota DPRD Rembang, Yudhianto, Jum’at siang mendatangi lokasi lahan di desa Krikilan Kec. Sumber yang akan digunakan untuk eksplorasi Migas.

Sumber – Anggota DPRD Rembang, Yudhianto, Jum’at siang (30 September 2016) menggelar inspeksi mendadak ke lokasi rencana eksplorasi Migas desa Krikilan Kec. Sumber. Ia menganggap ada yang janggal.

Saat tiba di lokasi, suasana proyek sepi, karena mayoritas pekerja istirahat. Yudhianto kemudian memilih mengecek sejumlah bangunan, alat berat dan lahan yang akan dipakai untuk pengeboran.

Yudhianto mengatakan ketika bertemu dengan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab. Rembang, Purwadi Samsi, dirinya sempat menanyakan bagaimana dengan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Tapi dijawab belum ada, karena masih tahap penelitian. Yudhianto berpendapat kalau melihat sudah pembebasan lahan, pemerataan tanah dan kesiapan pekerja, dugaannya tidak sebatas penelitian. Namun akan berlangsung eksplorasi. Sejak awal, DPRD sama sekali belum menerima laporan tentang hal itu.

Jika kelak keluar gas seperti kabar yang beredar selama ini, dirinya menerima keluh kesah kekhawatiran sejumlah warga, rawan berdampak buruk, manakala tidak ditangani secara profesional dan persiapan matang, melalui kajian Amdal yang jelas. Ia mencontohkan dulu era tahun 90 an, ketika pengeboran pertama, sempat menimbulkan dampak negatif. Tanaman radius 5 – 10 kilo meter dari desa Krikilan, terlihat seperti hangus. Petani merugi, tanpa mengetahui harus menuntut kepada siapa. Bagi politisi Gerindra asal desa Dresi Kulon Kec. Kaliori ini, Pertamina mesti lekas turun tangan memberikan sosialisasi secara gamblang. Yudhianto menambahkan akan melaporkan hasil Sidak kepada pimpinan DPRD, supaya diagendakan pemanggilan kepada dinas terkait dan Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting II selaku pengelola.

Saat akan pulang, Yudhianto bertemu dengan seorang mandor proyek yang kebetulan baru datang, Sunardi, warga Blora. Sunardi menuturkan pengerjaan saat ini berupa pemerataan lahan, pemagaran kawat berduri dan pembangunan pos security. Pekerja yang ada berjumlah sekira 40 an orang. Menyangkut jadwal pengeboran, Sunardi menyarankan untuk konfirmasi langsung kepada pimpinan proyek atau pejabat terkait Pertamina.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab. Rembang, Purwadi Samsi menanggapi proyek di desa Krikilan Kec. Sumber masih tahap penelitian. Kalau hasil penelitian, ternyata layak untuk dieksplorasi dan berdasarkan perhitungan untung, Pertamina baru akan mengajukan Amdal. Untuk sementara belum, karena tahapannya masih jauh. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir.

Sebelumnya, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyebutkan pihaknya sudah mengeluarkan izin lokasi, untuk proyek di sektor Migas tersebut. Ia berharap dari 170 orang tenaga kerja yang dibutuhkan, Pertamina mengutamakan tenaga non skil bagi warga sekitar. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *