Flash News
No posts found

Kabel Terbuka – Tertutup, PLN Ungkap Data Dan Konsekuensinya

Petugas PLN Rayon Rembang melakukan pengamanan jalur listrik, pasca kejadian warga tewas tersengat listrik, belum lama ini.

Petugas PLN Rayon Rembang melakukan pengamanan jalur listrik, pasca kejadian warga tewas tersengat listrik, belum lama ini.

Rembang – Minimnya kabel listrik tertutup menimbulkan berbagai potensi kerawanan, seperti listrik padam dan korban tewas akibat tersengat arus listrik.

Manajer PLN Rayon Rembang, Jarmuji mengatakan dari total kabel instalasi listrik di wilayahnya, 95 % dalam keadaan terbuka. Hanya 5 % yang diganti dengan kabel tertutup, karena alasan berhimpitan dengan kawasan perumahan dan dekat pohon yang tidak boleh ditebang, karena alasan tertentu. Semisal milik Perhutani atau pohon secara kebetulan dilindungi oleh masyarakat setempat.

Pihaknya belum bisa mengganti dengan kabel tertutup semua, mengingat butuh anggaran cukup besar. Tapi memang kabel tertutup, memiliki berbagai keunggulan, dari sisi keamanan maupun kehandalan.

Jarmuji mencontohkan pada jalur kabel di tiang listrik, terbagi menjadi 2 tegangan. Bagian bawah 220 Volt, kemudian bagian atas 20 Kilo Volt. Jika ada pohon roboh terkena kabel tegangan 220 Volt, umumnya jaringan tidak langsung padam. Tapi apabila pohon dalam keadaan basah sehabis hujan, tetap akan membahayakan warga yang menyentuh batang pohon. Sedangkan kalau ada pohon atau seseorang terkena kabel tegangan 20 KV, pasti akan langsung terbakar, dalam hitungan detik. Arus listrikpun menjadi tersendat. Berbeda dengan kabel tertutup, kerawanan semacam itu bisa ditekan.

Menurut Jarmuji, hasil evaluasi PLN menyimpulkan peristiwa warga tewas tersengat kabel listrik, didominasi pekerja bangunan yang kurang hati – hati, akhirnya tanpa sengaja menyentuh kabel listrik. Maka pihaknya menghimbau supaya pemilik bangunan lekas melapor ke PLN, sebelum mendirikan bangunan. Paling tidak petugas PLN bisa menutup kabel, agar lebih aman. Kenyataannya sering mereka enggan memberitahu PLN. Setelah ada kejadian, baru geger. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *