Flash News
No posts found

Pemkab Kucurkan Dana Rp 2 M, Pedagang Wajib Bongkar Warung

Warga mulai membongkar warung di pinggir Pantai Binangun Lasem, Senin pagi.

Warga mulai membongkar warung di pinggir Pantai Binangun Lasem, Senin pagi.

Lasem – Belasan warung di pinggir Pantai Binangun Kec. Lasem, mulai hari Senin (03 Oktober 2016) dibongkar sendiri oleh para pemiliknya. Mereka sudah berjualan di lokasi tersebut cukup lama, rata – rata diatas 5 tahun.

Pembongkaran dilakukan warga, setelah ada sosialisasi dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda Dan Olahraga (Dinbudparpora) Kab. Rembang, bahwa kawasan itu akan ditata, untuk rest area, semacam ruang terbuka hijau dan menjadi tempat publik untuk bersantai.

Sejumlah pedagang mengaku bingung akan pindah kemana. Mereka berusaha mencari alternatif lahan lain di pinggir jalur Pantura, karena penghasilan dari berjualan diandalkan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Pelaksana Tugas Camat Lasem, Kukuh Purwasana berharap apabila kelak selesai ditata, warga lokal Binangun mendapatkan prioritas tempat berjualan. Yang penting hal itu tidak menyalahi ketentuan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinbudparpora Kab. Rembang, Suyono membenarkan pihaknya sudah menggelar sosialisasi kepada pemilik warung, agar membongkar bangunan. Karena lahan itu milik pemerintah, tidak ada yang menuntut ganti rugi dan pedagang mau menyadari. Menurut Suyono, Pantai Binangun memiliki keindahan khas. Kalau dipercantik, pasti akan menyedot masyarakat penasaran ingin mampir, terutama para pengguna jalan Semarang – Surabaya.

Pemkab Rembang tahun ini mengucurkan anggaran Rp 2,2 miliar, guna penataan pinggir Pantai Binangun. CV Panca Utama selaku pemenang tender akan membangun kios, membuat taman, lengkap pula dengan toilet umum. Soal usulan warga desa Binangun yang pernah punya warung supaya diberdayakan, secara pribadi setuju. Tentu kelak akan dikaji.

Mengenai kemungkinan investor luar daerah akan menjadikan Pantai Binangun sebagai pusat wisata air, Suyono mengakui masih taraf penawaran ke berbagai pihak. Konsepnya, menggabungkan keindahan pantai dengan wisata religi di desa Bonang. Namun sejauh ini belum ada investor yang serius mau menggarap. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *